Loading...




Lelah berpindah-pindah tempat saat ingin nongkrong di Jakarta? Sumo di Kelapa Gading menawarkan solusi hiburan terpadu yang praktis. Kompleks ini menggabungkan hotel, spa, KTV, lounge, dan kelab malam dalam satu gedung. Pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas, mulai dari relaksasi di spa, berkaraoke bersama teman, hingga berpesta semalaman tanpa perlu repot berganti lokasi. Ini adalah pilihan ideal untuk kumpul bareng rombongan yang menginginkan keseruan lengkap dan anti ribet di satu tempat.
Setiap kali mau ngumpul di Jakarta, yang paling bikin pusing itu pindah-pindah tempat! Habis makan mau cari tempat minum-minum, habis minum mau nyanyi di KTV, selesai KTV masih mau lanjut dugem… Bolak-balik pesan taksi online dan kena macet di jalan aja udah ngabisin setengah nyawa! Anjay! 🤯
Sampai akhirnya gue dan teman-teman nemuin 'raksasa' di Kelapa Gading ini——Sumo. Serius deh, tempat ini tuh kayaknya dibuat khusus buat kita-kita yang hobi main tapi malas gerak. Dalam satu gedung, hotel, Spa, KTV, kelab malam, sampai Lounge, semua udah disiapin lengkap buat lo.
Coba bayangin alurnya gini:
Sore-sore, lo sama teman-teman cewek pergi Spa dulu buat rileks, ngilangin semua capek selama seminggu. Malamnya, langsung seger lagi di tempat, lanjut ke Lounge buat minum santai, atau langsung gas ke ruang KTV buat teriak-teriakan. Pas suara udah mau abis, tinggal turun ke Night Club, begitu musiknya main, gak peduli siapa-siapa lagi! 🕺💃
Seluruh prosesnya nyambung banget, bahkan gak perlu buka aplikasi taksi online sama sekali. Rasa senangnya dari Chill sore sampai larut malam kayak gini, siapa yang ngerti coba?! Dari luar aja udah kelihatan kalau ini bukan tempat ecek-ecek, dekorasinya modern, suasana dari lampunya juga pas banget, dan pas malam minggu, ramenya bukan main, suasananya langsung pecah banget.
Jujur aja sih, tempat yang serba ada kayak gini, andalan utamanya itu 'serba bisa' dan 'praktis'. Lo jangan berharap profesionalitas Spa-nya bisa ngalahin spa mewah khusus, atau DJ di kelab malamnya sekelas DJ top 100 dunia. Tapi buat yang cari gampangnya aja, atau yang mau bikin semua teman senang dengan caranya masing-masing, ini jelas pilihan yang paling pas.
Kekurangannya yang paling berasa mungkin lokasinya ya. Buat kita-kita 'anak Jaksel' ini, sekali jalan ke Kelapa Gading itu emang butuh niat dan keberanian, rasanya kayak pergi ke luar negeri. 😂
Nah, lain kali jangan bilang Jakarta Utara itu sepi lagi ya. Kasih liat aja artikel ini ke temanmu, biar dia kaget dan langsung diam. @ Tag teman makan lo yang bisanya cuma bilang 'terserah', suruh dia yang atur

Six Ounces di Kelapa Gading adalah surga bagi pencinta kopi, dengan sajian andalan seperti Avocado Coffee yang wajib dicoba. Namun, artikel ini mengungkap sisi lain dari kafe populer ini. Meskipun kopinya juara, kualitas makanan bisa jadi untung-untungan dan suasananya sangat ramai di akhir pekan, sehingga kurang ideal untuk bersantai. Temukan tips penting soal waktu kunjungan, parkir, dan reservasi agar pengalaman nongkrong di sini tetap maksimal dan tidak mengecewakan.

Di bawah kolong jembatan rel kereta Pangeran Jayakarta, terdapat sebuah warung bakso tersembunyi yang menawarkan pengalaman kuliner unik. Nikmati sensasi menyantap semangkuk bakso dengan kuah kaldu sapi asli yang gurih sambil merasakan getaran kereta yang melintas di atas kepala. Selain bakso dagingnya yang kenyal, Tahu Bakso yang lumer di mulut menjadi primadona. Dengan harga sangat terjangkau, tempat ini wajib dicoba bagi para pencari kuliner otentik dengan suasana tak biasa.

Pempek Sari Belido di Kelapa Gading menawarkan suasana kafe mewah yang memikat, namun jangan terkecoh dengan promo All You Can Eat 99k-nya. Artikel ini mengungkap kualitas pempek AYCE yang jauh dari harapan, terasa seperti adonan tepung dengan saus cuko yang terlalu manis. Sebaliknya, menu ala carte seperti Lenggang Panggang justru menyajikan cita rasa otentik yang lezat. Jadi, jika mencari suasana nyaman dan pempek enak, lewati promo AYCE dan langsung pesan menu ala carte.

CW Coffee di Jakarta Utara menjadi viral karena tempatnya yang super luas dan buka 24 jam, ideal untuk nongkrong. Namun, artikel ini mengupas pengalaman yang campur aduk. Di balik popularitasnya, pengunjung harus siap menghadapi antrean panjang, pelayanan super lambat, dan kualitas makanan yang tidak konsisten. Meskipun begitu, beberapa menu seperti Mie Nyemek dan Nasi Goreng Ebi ternyata menjadi penyelamat dengan rasa yang lezat. Kafe ini lebih cocok untuk yang mencari tempat duduk lama daripada pengalaman kuliner memuaskan.