Loading...










Temukan sebuah bar *speakeasy* bergaya Jepang yang tersembunyi di Jakarta dengan konsep unik: tanpa menu. Di sini, pengunjung cukup mendeskripsikan preferensi rasa kepada bartender untuk mendapatkan koktail *bespoke* yang diracik khusus. Suasananya intim dan redup, cocok untuk percakapan mendalam. Namun, bersiaplah dengan harga premium per gelasnya dan suasana yang dipenuhi asap rokok pekat, menjadikannya surga bagi para perokok tetapi menjadi pertimbangan bagi yang lain.
Jujur ya, pas gue nunggu di lobi Sudirman 7.8 buat dijemput ke atas, gue masih agak ragu-ragu gitu… Speakeasy ala Jepang yang legendaris ini misterius banget ya? Nggak ada papan nama, nggak ada petunjuk jalan, kayak mau transaksi gelap aja anjay!

BART di Artotel menawarkan pemandangan kota yang memukau dan suasana modis, menjadikannya tempat yang pas untuk berfoto. Meskipun cocktail dan makanannya, seperti pasta jamur, mendapat pujian, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Musik live yang sangat kencang membuat obrolan menjadi sulit, dan area merokok yang terbuka mungkin tidak nyaman bagi sebagian orang. Dengan harga premium, tempat ini lebih cocok untuk menikmati suasana ramai dan musik daripada untuk percakapan santai yang intim.

Sebuah restoran baru di Menteng menawarkan oase bergaya pedesaan Jawa di tengah hiruk pikuk Jakarta. Dengan halaman luas dan interior kayu yang fotogenik, tempat ini menjadi lokasi nongkrong yang unik dan menawan. Menu andalannya adalah fusion Indonesia-Barat dengan porsi super besar, jadi jangan kalap memesan! Cicipi Bebek Goreng Crispy dan Tongseng Iga Sapi yang lezat. Meskipun lebih unggul dalam suasana daripada rasa bagi sebagian orang, atmosfernya yang juara membuat tempat ini layak dikunjungi.

Bersembunyi di basement sebuah apartemen di Karet, at home cafe menawarkan suasana tenang dan homey ala kafe di sudut jalanan Seoul. Tempat ini adalah surga bagi pencinta dessert, dengan andalan kue handmade seperti Basque Cheesecake yang lembut dan Tiramisu yang kaya rasa. Karena tempatnya yang mungil, kafe ini menjadi spot sempurna bagi kaum introvert yang ingin menikmati waktu sendiri atau mengobrol santai berdua dengan teman, jauh dari keramaian.

Table8 di Hotel Mulia menawarkan pengalaman buffet mewah dengan interior megah ala istana Tiongkok, namun kualitas makanannya memberikan pengalaman yang campur aduk. Di satu sisi, hidangan seperti *crispy pork belly* dan es krim Baileys-nya menjadi juara yang wajib dicoba. Namun di sisi lain, beberapa menu andalan seperti dimsum justru terasa mengecewakan dan sebagian hidangan di meja buffet sudah dingin. Ini adalah pengalaman bersantap bintang lima dengan kelebihan dan kekurangan yang sangat jelas bagi para pengunjung.