Loading...






Table8 di Hotel Mulia menawarkan pengalaman buffet mewah dengan interior megah ala istana Tiongkok, namun kualitas makanannya memberikan pengalaman yang campur aduk. Di satu sisi, hidangan seperti *crispy pork belly* dan es krim Baileys-nya menjadi juara yang wajib dicoba. Namun di sisi lain, beberapa menu andalan seperti dimsum justru terasa mengecewakan dan sebagian hidangan di meja buffet sudah dingin. Ini adalah pengalaman bersantap bintang lima dengan kelebihan dan kekurangan yang sangat jelas bagi para pengunjung.
Guys, gue baru aja kelar makan di Table8 Hotel Mulia sampai kekenyangan banget, dan perasaan gue agak campur aduk nih, jadi gue harus banget cerita ke kalian semua.
Duduk, langsung ke intinya, pilihan menu buffet Chinese food di sini beneran banyak banget, andalannya masakan Kanton dan Szechuan.
Kita mulai dari yang bikin gue teriak Mantap:
Terus, ini bagian yang bikin gue mengernyitkan dahi:
Oke, ngomel-ngomelnya udahan dulu, buat teman-teman yang mau coba, catat baik-baik ya:

Langit Seduh Rooftop menawarkan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan di antara gedung-gedung Jakarta. Namun, apakah keindahan ini sepadan dengan perjuangannya? Artikel ini mengulas pengalaman di balik antrean panjang, aturan ketat seperti larangan sandal jepit, hingga kualitas makanan yang tidak sebanding dengan harganya. Tempat ini lebih menonjolkan suasana dan pemandangan daripada pengalaman kuliner, sehingga cocok dikunjungi sekali untuk berfoto, asalkan Anda siap dengan segala kekurangannya.

HOKKAIDO IZAKAYA menawarkan pengalaman yang kontras. Di satu sisi, restoran ini punya suasana izakaya otentik yang hidup, cocok untuk nongkrong. Menu andalannya seperti sashimi segar dan Milk Miso Nabe yang unik patut dicoba. Namun, di sisi lain, pengunjung perlu waspada terhadap kualitas makanan yang tidak stabil, pelayanan yang kurang memuaskan, dan harga yang terbilang mahal. Artikel ini mengupas tuntas plus minusnya agar Anda bisa menikmati hidangan unggulannya tanpa merasa kecewa.

Upstairs Rooftop Cafe di Benhil memanjakan pengunjung dengan pemandangan malam kota Jakarta yang spektakuler, menjadikannya lokasi ideal untuk berfoto. Namun, pengalaman ini diwarnai oleh ulasan yang kontras. Sementara hidangan Indonesianya, seperti Nasi Goreng Kampung, dinilai memuaskan, menu western-nya, terutama steak, mendapat kritik tajam. Pengunjung juga disarankan untuk bersabar karena pelayanannya yang cenderung lambat, terutama saat akhir pekan. Tempat ini lebih cocok bagi mereka yang memprioritaskan pemandangan indah daripada pengalaman kuliner.

Mencari pengalaman Brazilian BBQ di Tucano's Senayan City? Artikel ini mengulas pengalaman makan yang ternyata tidak sesuai ekspektasi. Alih-alih menikmati Picanha yang menjadi andalan, pengunjung justru dikecewakan oleh kualitas daging yang tidak konsisten dan pelayanan yang lambat. Namun, ada penyelamat tak terduga: nanas panggang dengan kayu manis yang justru menjadi bintang utama malam itu. Ulasan ini memberikan gambaran mengapa cabang ini kurang direkomendasikan dan menyoroti hidangan yang justru paling berkesan.