Loading...






Table8 di Hotel Mulia menawarkan pengalaman buffet mewah dengan interior megah ala istana Tiongkok, namun kualitas makanannya memberikan pengalaman yang campur aduk. Di satu sisi, hidangan seperti *crispy pork belly* dan es krim Baileys-nya menjadi juara yang wajib dicoba. Namun di sisi lain, beberapa menu andalan seperti dimsum justru terasa mengecewakan dan sebagian hidangan di meja buffet sudah dingin. Ini adalah pengalaman bersantap bintang lima dengan kelebihan dan kekurangan yang sangat jelas bagi para pengunjung.
Guys, gue baru aja kelar makan di Table8 Hotel Mulia sampai kekenyangan banget, dan perasaan gue agak campur aduk nih, jadi gue harus banget cerita ke kalian semua.
Duduk, langsung ke intinya, pilihan menu buffet Chinese food di sini beneran banyak banget, andalannya masakan Kanton dan Szechuan.
Kita mulai dari yang bikin gue teriak Mantap:
Terus, ini bagian yang bikin gue mengernyitkan dahi:
Oke, ngomel-ngomelnya udahan dulu, buat teman-teman yang mau coba, catat baik-baik ya:

Relish Bistro menawarkan suasana santai dengan pemandangan kolam renang yang menawan, memberikan nuansa liburan ala Bali di tengah Jakarta. Tempat ini menjadi pilihan tepat untuk bersantai, terutama saat ada live music di akhir pekan. Namun, di balik rating tingginya, pengunjung perlu bersiap menghadapi pelayanan yang lambat dan kualitas rasa makanan yang tidak konsisten. Meskipun beberapa hidangan seperti Chicken Jerk sangat direkomendasikan, pengalaman bersantap di sini bisa jadi untung-untungan, lebih cocok bagi yang memprioritaskan atmosfer.

Kafe di Cikini ini adalah surga bagi para pencari nostalgia dengan dekorasi mainan 80-90an dan menu kreatif seperti Putu Latte serta Brisket Tongseng. Suasananya yang tenang di siang hari sangat cocok untuk bekerja atau bersantai. Namun, pengunjung perlu waspada: lewat pukul 5:30 sore, seluruh area, termasuk indoor, berubah menjadi smoking area. Tempat ini menawarkan pengalaman unik dengan pelayanan yang ramah, namun dengan catatan penting bagi non-perokok yang ingin berkunjung di malam hari.

Kedai Tjikini menawarkan pengalaman nostalgia autentik di pusat Jakarta, membawa pengunjung kembali ke era 80-an dengan interior jadul dan alunan musik lawas. Sambil menikmati suasana, cicipi hidangan andalan seperti Lontong Cap Go Meh yang bercita rasa rumahan. Namun, artikel ini juga secara jujur membahas beberapa kekurangan, mulai dari harga yang cukup tinggi, porsi yang kurang memuaskan, hingga area parkir yang terbatas. Ini adalah pilihan menarik untuk merasakan Jakarta tempo doeloe, dengan beberapa catatan penting.

Sebuah restoran baru di Menteng menawarkan oase bergaya pedesaan Jawa di tengah hiruk pikuk Jakarta. Dengan halaman luas dan interior kayu yang fotogenik, tempat ini menjadi lokasi nongkrong yang unik dan menawan. Menu andalannya adalah fusion Indonesia-Barat dengan porsi super besar, jadi jangan kalap memesan! Cicipi Bebek Goreng Crispy dan Tongseng Iga Sapi yang lezat. Meskipun lebih unggul dalam suasana daripada rasa bagi sebagian orang, atmosfernya yang juara membuat tempat ini layak dikunjungi.