Loading...








Meskipun Tanamera Coffee menyajikan kopi *specialty* berkualitas juara yang memanjakan para pecinta kopi, artikel ini mengulas sisi lainnya. Suasananya yang sangat ramai dan berisik, lebih mirip *co-working space* daripada kafe untuk bersantai. Ulasan ini membahas secara jujur apakah tempat ini sepadan dengan harganya, menyoroti kualitas makanan yang kurang memuaskan dan pelayanan yang untung-untungan. Ini adalah panduan penting bagi siapa pun yang mempertimbangkan untuk nongkrong atau sekadar menikmati secangkir kopi di sana.
Lagi di Makassar nih, baru aja nyobain Tanamera Coffee yang super terkenal di dalam Mall. Jujur, perasaanku agak campur aduk… 😅
Begitu masuk, waduh, suara orang ngobrol sama musiknya langsung bikin tenggelam. Seluruh ruangannya bergaya industrial, tapi tempat duduknya dempet-dempetan banget, rasanya obrolan meja sebelah kedengeran semua. Pas weekend lagi rame-ramenya, mau cari sudut tenang buat Nongkrong itu mustahil banget. Liat sekeliling, hampir semua orang bawa laptop, colokan sama Wi-Fi sih lengkap, suasananya udah kayak co-working space banget. Lebih cocok dibilang ruang kerja bareng daripada kafe. 💻
Oke, selesai ngeluhnya, sekarang masuk ke intinya! Catetan ini wajib lo simpen, bisa hemat duit dan nyelametin mood lo.
1. Siapa aja sih yang cocok ke sini?
2. Menu yang Wajib & Wajib Dihindari
3. Beberapa detail kecil yang agak nyebelin
Jadi, mending ke sini atau nggak? Saran gue sih: Kalau lo emang fans berat kopi, dateng aja, tapi langsung ke intinya: pesen kopi, minum, terus cabut. Kalau lo cari tempat nyaman buat habisin waktu, Makassar masih punya banyak pilihan yang lebih oke. 👌

Mencari AYCE Jepang di Makassar? Restoran ini menawarkan pengalaman unik di mana hidangan pendamping justru menjadi bintang utamanya. Jangan terlalu berharap pada daging panggangnya, karena sorotan sesungguhnya ada pada Fettuccine Carbonara yang super creamy dan Puding Karamel lezat yang porsinya sangat kecil dan cepat habis. Tempat ini adalah pilihan tepat jika Anda penasaran dengan restoran yakiniku yang justru lebih unggul dalam menyajikan pasta dan hidangan penutupnya, membuktikan bahwa terkadang pemeran pendukung bisa mencuri panggung.

Sebuah restoran di Makassar menarik perhatian dengan konsep sushi serba 15 ribu dan interior fotogenik yang ramai dikunjungi. Meskipun harganya sangat terjangkau, artikel ini mengungkapkan kejutan lain: menu non-sushi seperti spaghetti telur asin justru menjadi juaranya. Secara jujur, rasa sushi-nya dinilai standar untuk harganya, dengan beberapa catatan pada nasi dan sausnya.

Gravity Sky Lounge di lantai 20 menawarkan salah satu pemandangan sunset terbaik di Makassar, dengan panorama 360 derajat kota dan pesisir pantai yang memukau. Suasananya yang santai, diiringi live music jazz, menjadikannya tempat ideal untuk bersantai atau kencan romantis. Selain minuman segar, pizza Italia di sini menjadi kejutan menyenangkan dengan rasa autentik yang melebihi ekspektasi. Tempat ini adalah pilihan tepat untuk menikmati pemandangan istimewa sambil menyantap hidangan ringan berkualitas, meski perlu waspada dengan inkonsistensi main course-nya.

Warung Ayam Goreng Ibu Tini di Makassar menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan legendaris. Meskipun terkenal dengan ayam goreng kampungnya, daya tarik utamanya justru terletak pada menu pendamping seperti sate ayam dan sambalnya yang juara. Pengunjung harus bersiap dengan beberapa keunikan: tidak ada daftar harga pada menu dan pembayaran wajib menggunakan uang tunai. Kombinasi rasa lezat dengan harga premium yang bisa membuat ‘kaget’ ini menjadikannya tempat yang ramai namun penuh kejutan.