Loading...










Penasaran kenapa orang rela antre berjam-jam di Union? Restoran legendaris ini memang punya Red Velvet Cake yang disebut-sebut sebagai juaranya, dengan tekstur lembut dan rasa yang pas. Namun, di balik dessert-nya yang istimewa, artikel ini mengungkap kualitas *main course* yang tidak konsisten dan harga yang cukup mahal. Dengan adanya batasan waktu makan, tempat ini lebih cocok untuk menikmati kue dan suasana bistro Eropanya daripada untuk nongkrong santai berlama-lama.
Di dunia kuliner Jakarta, kalau lo belum pernah dengar nama besar Union, berarti lo kurang gaul. Sebagai"legenda hidup" yang nge-hits dari tahun 2011 sampai sekarang, antrean di depan pintunya nggak pernah sepi.
Setiap kali lewat Plaza Senayan dan lihat antrean yang panjangnya bukan main, gue selalu mikir: Anjay, emang seenak itu ya? Antre dua jam cuma buat sepotong kue? Kali ini, gue akhirnya nekat buat nyobain langsung biar kalian nggak kena zonk!
1. Reservasi! Reservasi! Reservasi!
2. Seni Memesan Makanan
Langsung aja serbu dessert-nya, terutama Red Velvet Cake. Buat main course, boleh coba escargot atau salmon, tapi jangan berharap terlalu tinggi. Kalau mau nongkrong lama sambil ngobrol, tempat ini kurang cocok.
3. Bonus Khusus Weekend
4. Perhatian Buat yang Nggak Tahan Asap Rokok
5. Cek Bon dengan Teliti
Selain harga di menu, total akhir bakal ditambah pajak dan servis 21%. Katanya sih, minta air putih hangat aja bisa kena charge, jadi sebelum pesan mending tanya dulu biar nggak ngerasa rugi bandar.

HOKKAIDO IZAKAYA menawarkan pengalaman yang kontras. Di satu sisi, restoran ini punya suasana izakaya otentik yang hidup, cocok untuk nongkrong. Menu andalannya seperti sashimi segar dan Milk Miso Nabe yang unik patut dicoba. Namun, di sisi lain, pengunjung perlu waspada terhadap kualitas makanan yang tidak stabil, pelayanan yang kurang memuaskan, dan harga yang terbilang mahal. Artikel ini mengupas tuntas plus minusnya agar Anda bisa menikmati hidangan unggulannya tanpa merasa kecewa.

Restoran ini menawarkan buffet Jepang di hotel bintang lima dengan suasana taman Kyoto yang sangat indah dan fotogenik. Namun, di balik keindahannya, pengalaman bersantap di sini diibaratkan seperti "Hunger Games". Aturan waktu yang ketat, pelayanan super lambat yang membatasi jumlah pesanan, serta harga yang tidak termasuk minuman menjadi sorotan utama. Artikel ini mengupas tuntas apakah tempat yang viral ini lebih cocok untuk berfoto cantik daripada untuk menikmati pengalaman makan sepuasnya yang sesungguhnya.

Anomali Coffee Menteng menawarkan pengalaman yang kontras bagi para digital nomad. Di satu sisi, tempat ini memanjakan lidah dengan kualitas kopi lokal yang juara dan makanan lezat seperti Mie Ayam Anomali berporsi besar. Namun, artikel ini mengingatkan bahwa suasana yang ramai, pendingin ruangan yang kurang maksimal, dan koneksi Wi-Fi tidak stabil membuatnya kurang ideal untuk bekerja. Temukan panduan lengkap untuk menikmati Anomali, mulai dari waktu terbaik berkunjung hingga tips mendapatkan promo agar tidak salah langkah.

Cloud Lounge menyuguhkan pemandangan 360 derajat Jakarta dari lantai 49 yang spektakuler, ideal untuk berfoto saat matahari terbenam. Namun, lupakan obrolan romantis; tempat ini lebih mirip kelab malam outdoor dengan musik yang sangat kencang. Meskipun Tiramisu dan Wagyu-nya patut dicoba, kualitas menu lainnya tidak menentu dan harganya mahal. Pengunjung juga perlu waspada terhadap kebijakan minimum charge yang tinggi dan pelayanan yang kurang memuaskan, menjadikan pengalaman di sini sangat untung-untungan.