Loading...












Omma Dayclub menawarkan pengalaman unik dengan lokasinya yang spektakuler, tepat di seberang Air Terjun Tegenungan. Pengunjung dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari kolam renang infinity-nya, yang suasananya berubah dari santai di pagi hari menjadi pesta meriah saat sore. Walaupun makanannya dinilai standar, cocktail-nya justru menjadi kejutan yang menyegarkan. Dayclub ini menjadi pilihan bagi mereka yang mencari pemandangan tak tertandingi dan siap membayar lebih untuk sebuah pengalaman eksklusif di Bali.
Dayclub di Bali gila-gilaan banget persaingannya, semua tempat pengen bikin sensasi. Tapi yang lokasinya persis di seberang Air Terjun Tegenungan, cuma ada satu, yaitu Omma. Jujur aja, pas aku ngikutin petunjuk jalan sampai ke tepi tebing, terus ngelihat 'naga air' raksasa itu jatuh dari langit, dengan suara gemuruh yang memenuhi telinga, pikiran pertamaku adalah: Wow, tempat ini Anjay banget sih! Cuma dengan pemandangan kayak gini aja, rasanya udah worth it banget.

Donna, sebuah restoran Spanyol yang bertransformasi menjadi lounge bar mewah di Ubud. Saking populernya, reservasi jauh-jauh hari adalah sebuah keharusan untuk bisa menikmati suasananya yang trendi. Tempat ini menawarkan hidangan dengan cita rasa berani, menyoroti menu andalan seperti T-bone Steak yang lumer di mulut dan Buffalo Cauliflower yang unik. Dengan suasana temaram dan musik elektronik yang chill, Donna menjadi spot ideal untuk kencan romantis atau sekadar bersantai bersama teman di malam hari.

Locavore NXT di Ubud menawarkan pengalaman kuliner teatrikal, dimulai dari tur kebun rempah hingga ruang budidaya jamur futuristik sebelum makan. Restoran ini menyajikan menu *tasting* eksperimental yang mengolah bahan-bahan liar lokal dengan ide liar. Namun, perlu diingat bahwa rasanya yang sangat berani dan mengandalkan fermentasi bersifat memecah belah. Tempat ini lebih cocok untuk petualang kuliner yang mencari sensasi baru, bukan sekadar mereka yang ingin makan enak dengan rasa yang familiar.

Restoran iga babi viral di Ubud ini terkenal dengan antreannya yang panjang, namun artikel ini mengulasnya dengan kritis. Meskipun populer, kualitas iga panggangnya ternyata tidak konsisten—terkadang empuk dan lezat, di lain waktu bisa terasa kering. Keunikan utamanya adalah klaim penggunaan panggangan api kayu yang diragukan, karena terlihat seperti panggangan listrik. Dengan pelayanan yang sangat ramah tetapi ada biaya tambahan tersembunyi, tempat ini lebih cocok bagi yang mencari suasana ramai daripada pengalaman kuliner otentik.

Jangan tertipu oleh bagian depannya yang sederhana, karena Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku menyembunyikan suasana rumah tradisional Bali yang asri dan luas di dalamnya. Restoran di Ubud ini menyajikan nasi ayam otentik dengan lauk komplet dan sambal pedas yang nampol. Meskipun rasanya juara, perlu diketahui bahwa hidangan cenderung disajikan dalam keadaan hangat atau dingin, bukan panas. Ini adalah destinasi unik untuk merasakan kuliner lokal dengan segala plus minusnya yang khas.