Loading...
















Jangan remehkan makanan di dalam mal! Penyetan Cok di Royal Plaza Surabaya membuktikan sebaliknya dengan rating 4.9 bintang yang fantastis. Restoran ini menjadi surga bagi para pencari kuliner autentik yang fokus pada rasa, bukan suasana. Menu andalannya, ayam penyet, disajikan dengan sambal pedas nampol yang siap membuat ketagihan. Meski tempatnya sederhana dan selalu ramai, kelezatan hidangannya membuat pengunjung rela kembali lagi untuk menikmati sensasi pedas gurih yang tak terlupakan.
Teman-teman, siapa yang ngerti sih! Pas lagi jalan-jalan di Royal Plaza Surabaya, jam makan siang udah laper parah. Tadinya sih mau cari tempat makan seadanya aja, maklum lah, kan cuma fast food di mal, kalian ngerti lah...
Ternyata! Aku kebiasaan buka HP, terus nyari-nyari, langsung aja, Anjay! Restoran yang namanya Penyetan Cok ini, di Google ternyata ada 3500+ ulasan, dengan rating 4.9?! Gila, popularitasnya parah banget sih! Sekejap langsung semangat dong, wajib banget dicoba nih!
Tempatnya nggak terlalu besar, kayak fast food di mal pada umumnya, terang benderang gitu. Rame banget, suasana makanannya kerasa banget. Nggak perlu lihat menu detail-detail, langsung aja pesen yang jadi andalan mereka, Penyetan. Aku pesen Penyetan ayam goreng, pas dianterin, tampilannya sederhana tapi bikin ngiler banget! 🔥
Paha ayam yang baru digoreng langsung di-“Penyet” (dihancurkan) dengan kasar, kulitnya masih kriuk-kriuk renyah, serat dagingnya kelihatan jelas. Yang bikin nagih itu sambal merah merona di atasnya, belum dimakan aja udah kecium aroma pedas dan bawang putihnya yang nampol. Sekali suap, kriuknya ayam goreng, lembutnya daging ayam, ditambah sambal yang pedasnya bikin keringetan tapi nggak bisa berhenti makan, terus disendok bareng nasi hangat... Mantap! Ini baru namanya esensi masakan Indonesia, kebahagiaan dari karbohidrat dan cabai itu memang sesederhana ini!
Jujur aja nih, kalau kamu nyari tempat makan yang suasananya elegan, cocok buat foto-foto ala selebgram, mending langsung skip aja. Di sini itu bener-bener cuma buat"makan" doang. Pas jam makan, orangnya bejibun, nyari tempat duduk aja harus gercep, suasananya juga agak bising. Tapi pelayannya cekatan, nganter makanannya juga lumayan cepet, rotasi mejanya tinggi banget.

Warung Leko di Surabaya dikenal sebagai legenda berkat iga sapinya yang luar biasa. Menu andalannya, Iga Penyet dengan sambal pedas yang nendang dan Sop Iga yang gurih, menawarkan bonus unik: kuahnya bisa diisi ulang gratis! Meskipun begitu, pengunjung harus siap menghadapi antrean panjang, suasana ramai, dan pelayanan yang terkadang lambat. Ini adalah tempat makan cepat dengan cita rasa otentik yang sepadan untuk diperjuangkan bagi para pencinta daging sapi.

Penasaran dengan toko roti di Surabaya yang selalu ramai hingga sesak? Tempat ini adalah surga bagi pencinta jajanan pasar tradisional dan donat klasik dengan cita rasa rumahan yang nikmat. Meskipun tempatnya kecil dan lebih cocok untuk dibawa pulang, harganya yang sangat terjangkau menjadi daya tarik utamanya. Banyak pilihan kue tersedia dalam ukuran mini, jadi bisa mencoba banyak rasa. Past

Bagi mahasiswa Surabaya, sebuah restoran pasta di kawasan Keputih menawarkan paket lengkap yang sulit ditolak. Tempat ini menjadi favorit berkat promo rutin *buy one get one* yang sangat menguntungkan. Selain harga ramah di kantong, kualitas makanan seperti pasta dan steak tetap terjaga. Suasananya yang nyaman dengan Wi-Fi kencang juga menjadikannya lokasi ideal untuk mengerjakan tugas. Jangan lewatkan program kartu member untuk mendapatkan makanan gratis setelah mengumpulkan cukup stempel, sebuah penawaran yang sayang untuk dilewatkan.

Ah Pek Kopitiam di Surabaya menjadi sorotan berkat rating Google yang tinggi dan suasana retro Nanyang yang Instagrammable. Kopitiam ini menawarkan menu andalan lezat seperti Roti Srikaya dan Kopi Tarik dengan harga terjangkau. Namun, di balik popularitasnya, artikel ini juga mengungkap sisi lain yang perlu diwaspadai oleh pengunjung, termasuk adanya keluhan serius mengenai kebersihan—seperti penemuan staples pada makanan—serta pelayanan yang kurang memuaskan, menyajikan pandangan yang seimbang antara daya tarik dan risikonya.