Loading...














Ah Pek Kopitiam di Surabaya menjadi sorotan berkat rating Google yang tinggi dan suasana retro Nanyang yang Instagrammable. Kopitiam ini menawarkan menu andalan lezat seperti Roti Srikaya dan Kopi Tarik dengan harga terjangkau. Namun, di balik popularitasnya, artikel ini juga mengungkap sisi lain yang perlu diwaspadai oleh pengunjung, termasuk adanya keluhan serius mengenai kebersihan—seperti penemuan staples pada makanan—serta pelayanan yang kurang memuaskan, menyajikan pandangan yang seimbang antara daya tarik dan risikonya.
Jujur aja, setiap kali aku lihat daftar kuliner Surabaya, Ah Pek Kopitiam ini selalu jadi yang teratas, dengan 3100+ ulasan di Google dan rating 4.8 bintang, lagi hype banget. Aku mikir, ini sih wajib banget dicoba! Hasilnya? Gimana ya... Perasaanku kayak naik roller coaster, antara suka dan benci. 🤷♀️
Langsung aja kita bahas makanannya. Harga menu beneran ramah di kantong, sebagian besar hidangan nggak lebih dari 40 ribu Rupiah, cocok banget buat anak kuliahan dan kita-kita para pekerja!
👍 Yang wajib dicoba (Dijamin nggak nyesel):
🤔 Yang agak bikin mikir:
Oke, udah selesai mujinya, sekarang waktunya ngomong apa adanya. Kekurangan terbesar tempat ini, mungkin bisa bikin kamu langsung Anjay!
Jadi, akhirnya mau ke sana apa nggak? Buat teman-teman, ini aku rangkum beberapa tips:
Secara keseluruhan, kalau kamu cuma cari tempat yang murah meriah, ramai, bisa foto-foto retro, dan pengen makan cepat, ya boleh aja dicoba. Tapi kalau kamu punya standar tinggi soal kebersihan dan pelayanan, mending pikir-pikir lagi deh. Lagipula, siapa sih yang mau makanannya “dikasih bonus” yang nggak-nggak, iya kan?

Sebuah kafe di Surabaya menawarkan pengalaman yang sangat kontras. Di satu sisi, tempat ini memanjakan pengunjung dengan pemandangan lapangan golf yang indah dan deretan croissant berkualitas yang disebut sebagai salah satu yang terbaik di kota, termasuk varian unik Kung Pao Chicken. Namun, artikel ini juga memperingatkan bahwa kenikmatan tersebut harus dibayar dengan pelayanan yang sangat lambat dan tidak ramah, serta kualitas menu utama dan kopi yang jauh dari ekspektasi. Tempat ini cocok untuk menikmati suasana dan roti, bukan untuk makan besar.

Restoran peraih Michelin, Putien, akhirnya hadir di Surabaya, menawarkan suasana estetik yang cocok untuk bersantap bersama keluarga. Artikel ini mengulas pengalaman menyantap hidangan andalan seperti Lychee Pork yang unik dan Lor Mee yang otentik. Namun, ulasan jujur ini juga menyoroti beberapa kekurangan, mulai dari harga yang cukup tinggi, porsi yang terbilang kecil, hingga pelayanan yang kurang maksimal saat jam sibuk. Sebuah panduan lengkap tentang sisi terbaik dan terburuk dari Putien Surabaya.

Kantin legendaris dekat kampus di Surabaya ini mengulas kembali daya tarik utamanya: nasi dan es teh sepuasnya! Meskipun ayam geprek andalannya tetap juara dengan kulit garing dan level pedas yang menantang, ada beberapa hal yang berubah. Kualitas kuah yang menurun dan harga yang tak lagi ramah di kantong mahasiswa menjadi pertimbangan. Artikel ini menimbang apakah kenikmatan makan kenyang di tempat yang selalu ramai dan agak gerah ini masih sepadan dengan harganya sekarang.

Di Surabaya, sebuah kedai mie di dalam bangunan Art Deco menawarkan pengalaman budaya yang tak biasa. Keunikannya terletak pada para pelayan yang menyambut pengunjung dengan bahasa Jawa Kromo Inggil yang halus, menciptakan suasana layaknya di keraton. Sambil menikmati alunan musik tradisional, cicipi menu andalan mereka seperti bakso berdaging dengan kuah kental yang kaya rasa atau mie ayam khas Jawa Tengah. Tempat ini menyajikan perpaduan kuliner lezat dengan pengalaman budaya yang mendalam dan menenangkan.