Loading...








Two Thrds Coffee di Senayan Sentral I memikat dengan desain bar minimalis dan mesin kopi canggih yang menjanjikan kualitas premium. Namun, artikel ini mengulas kontras yang mengejutkan di baliknya. Beberapa minuman andalan ternyata dibuat dari bubuk premix yang sangat manis dan tidak bisa diubah. Pengalaman ini diperparah oleh pelayanan yang kurang ramah dan sistem ambil pesanan sendiri. Ulasan ini menyoroti kesenjangan besar antara penampilan mewah kafe dengan pengalaman pelanggan yang sebenarnya, meski kualitas biji kopinya diakui baik.

Menikmati pemandangan spektakuler Jakarta dari Skye di lantai 56 Menara BCA tidak harus menguras kantong. Meski dikenal dengan harga tinggi dan kualitas F&B yang tak selalu sepadan, artikel ini membagikan trik jitu untuk merasakan pengalaman ikonik ini. Kuncinya adalah mengunjungi area Lounge, bukan restorannya. Cukup dengan membayar tiket masuk yang bisa ditukar minuman, pengunjung bisa bersantai menikmati gemerlap kota dengan biaya jauh lebih hemat. Jangan lupa perhatikan aturan berpakaian smart casual yang berlaku.

Jangan tertipu dengan kemasan sederhana Bonbonbites yang ada di Grand Indonesia. Di balik wadahnya yang minimalis, tersimpan cheesecake premium dengan rasa keju yang sangat kaya, padat, dan tingkat manis yang pas. Selain cheesecake yang menjadi andalan, Tiramisu dan donat mochi Boomchi juga patut dicoba. Gerai ini lebih berfokus pada layanan takeaway, namun kualitas rasanya sepadan dengan harganya. Pastikan untuk memeriksa pesanan Anda di tempat untuk memastikan kualitas terbaik.

Gudda Coffee mematahkan stigma Senayan yang mahal dengan konsep kafe outdoor di area parkir. Tempat ini menawarkan suasana santai yang menjadi titik kumpul favorit berbagai komunitas, mulai dari pelari hingga klub mobil. Pengunjung dapat menikmati kopi andalan seperti Kopi Halu dengan harga sangat terjangkau, menjadikannya pilihan tepat untuk merasakan sisi Senayan yang lebih kasual dan merakyat. Kafe ini adalah bukti bahwa tempat nongkrong asyik tidak harus selalu mewah atau berada di dalam mal.

Mengusung nama besar Jurnal Risa, kafe ini menawarkan suasana retro kolonial yang misterius dan sangat estetik, menjadikannya surga bagi para pencari foto Instagramable. Namun, artikel ini memperingatkan bahwa keunggulan visual tersebut tidak sejalan dengan kualitasnya. Pengunjung disarankan untuk tidak berharap lebih pada makanan dan minuman yang dianggap mengecewakan, serta bersiap menghadapi pelayanan yang sangat lambat dan kurang ramah. Tempat ini lebih cocok untuk berfoto daripada menikmati pengalaman kuliner yang memuaskan.