Loading...








Penasaran dengan EM Gelato yang viral di Blok M? Kedai mungil serba pink ini menawarkan rasa gelato premium yang otentik, dengan Pistachio sebagai jagoan utamanya. Meski rasanya juara, teksturnya lebih mirip es krim yang cepat meleleh dan porsinya terbilang kecil untuk harganya. Konsepnya yang *grab-and-go* membuat tempat ini kurang cocok untuk nongkrong, jadi siapkan kamera dan pembayaran non-tunai untuk langsung menikmati kelezatan hits ini di luar.
Soal rasa, emang beneran nggak kaleng-kaleng. Pas lagi antre aja udah kecium wangi cone waffle yang baru dipanggang, healing banget. Gue pilih dua rasa, cup kecil harganya 38 ribu:
Terus, tempatnya sempit banget sampai mau balik badan aja susah, kalau pas jam sibuk antre dan desak-desakan, pengalaman nikmatinnya jadi berkurang. Buat yang mau Nongkrong ngobrol sama teman di sini, gue saranin pikir-pikir lagi deh.
Terakhir, gue rangkumin beberapa info berguna buat kalian, buat teman-teman yang mau ke sana, buruan simpan!

Artikel ini mengulas pengalaman makan yang sangat mengecewakan di Holycow!, restoran steak yang dulu legendaris. Meskipun harganya mencapai ratusan ribu, kualitas steaknya dinilai merosot tajam, dengan tekstur yang alot "seperti sandal karet" dan penggunaan daging Meltique. Selain pelayanan lambat dan masalah kebersihan yang parah, satu-satunya hal yang masih bisa dinikmati hanyalah saus jamurnya. Restoran ini dianggap hanya menjual kenangan masa lalu dengan kualitas yang tak lagi sepadan dengan harganya.

Kedai kopi ikonik dari film *Filosofi Kopi* ini menawarkan suasana industrial-retro yang estetik di Blok M. Walau kopinya terbilang standar, camilan seperti Cireng Salju justru menjadi primadona yang wajib dicoba. Namun, pengunjung harus siap dengan antrean panjang, suasana yang sangat ramai, dan ketiadaan fasilitas esensial seperti Wi-Fi dan toilet. Tempat ini lebih cocok untuk penggemar film yang ingin bernostalgia atau mampir berfoto, bukan untuk bekerja atau bersantai dalam waktu lama.

Sebuah bakery viral di Jakarta Selatan menawarkan konsep unik: hanya melayani pembelian lewat jendela kecil. Meskipun murni untuk takeaway dan tanpa tempat duduk, tempat ini selalu ramai antrean. Pembeli rela menunggu demi roti dan kue andalannya, seperti seri mochi yang kenyal dengan isian melimpah serta carrot cake populer. Artikel ini juga memberikan tips praktis agar pengalaman membeli lebih nyaman, mulai dari parkir hingga waktu terbaik untuk datang.

Modernhaus di Senopati adalah bar eksklusif dengan aturan ketat yang wajib diketahui sebelum berkunjung. Di balik keharusan reservasi jauh-jauh hari dan *dress code* sepatu tertutup, tempat ini menawarkan desain *mid-century modern* menawan yang pernah memenangkan penghargaan. Nikmati suasana *house party* yang santai sambil mencoba *cocktail* andalan seperti Kenanga. Namun, pengunjung harus siap dengan batasan waktu duduk yang hanya dua jam, sebuah kompromi untuk merasakan pengalaman nongkrong di salah satu bar paling bergengsi di Jakarta.