Loading...






Menikmati buffet dari lantai 51, restoran ini menawarkan pemandangan 360 derajat kota Jakarta yang spektakuler, menciptakan suasana romantis yang tak tertandingi. Artikel ini menyoroti pengalaman bersantap yang unik, di mana pemandangan menjadi daya tarik utamanya. Namun, untuk urusan rasa, kualitas makanannya digambarkan seperti "untung-untungan". Beberapa hidangan seperti masakan India dan *roasted beef* menjadi juara, sementara yang lain bisa jadi kurang memuaskan. Ini adalah ulasan jujur bagi mereka yang penasaran dengan pengalaman makan di "langit" Jakarta.
Begitu pintu lift terbuka di lantai 51, gue ngaku deh, norak banget rasanya, nggak tahan buat nggak teriak"wow"... Seluruh gemerlap lampu Jakarta ada di bawah kaki, 360 derajat keliling, momen itu rasanya kayak lagi syuting film. Vibes-nya langsung dapet banget, dalam hati mikir, makan malam kali ini worth it! 🌃
Tapi pas udah duduk dan siap buat kalap makan, gue sadar kayaknya nggak sesimpel itu deh...
Pilihan buffet di sini banyak banget sampai bingung milihnya, ada makanan Jepang, Western, Chinese, masakan lokal Indonesia, dan yang paling gue tunggu-tunggu, makanan India!
Jadi, worth it nggak sih ngeluarin uang segitu?
Buat teman-teman yang mau ke sini, ini beberapa saran tulus dari gue:

Temukan surga tersembunyi bagi para pecinta daging di sebuah restoran BBQ Jepang autentik yang berlokasi di basement parkir. Tempat ini menawarkan pengalaman makan sepuasnya (AYCE) dengan daging panggang arang yang smoky, menjadikan Wagyu Saikoro sebagai menu juaranya. Nikmati suasana kecil dan ramai yang mirip kedai makan di Jepang. Namun, bersiaplah dengan kesabaran ekstra, karena pelayanan yang cenderung lambat bisa menjadi tantangan tersendiri saat menikmati waktu makan yang terbatas.

La Boheme menawarkan pengalaman menginap dengan daya tarik utama pada *rooftop bar*-nya yang viral. Nikmati pemandangan kota Jakarta yang memukau, sempurna untuk konten media sosial berkat desain bohemiannya yang fotogenik. Namun, di balik estetikanya yang menawan, artikel ini mengungkap masalah besar pada isolasi suara yang buruk, membuat istirahat malam menjadi tantangan. Hotel ini lebih direkomendasikan bagi mereka yang memprioritaskan suasana dan foto-foto keren daripada kualitas tidur yang nyenyak.

The Moon Bar di Hotel Monopoli menawarkan pemandangan rooftop yang Instagrammable dengan kolam renang menawan. Namun, di balik visualnya yang memukau, ulasan ini mengungkap pengalaman yang kurang memuaskan. Sorotan utamanya adalah jebakan sofa dengan minimum charge 5 juta, pelayanan yang kurang sigap, dan suasana yang terlalu ramai saat akhir pekan. Tempat ini lebih cocok untuk menikmati minuman sambil memandangi kota, namun disarankan untuk waspada terhadap harga dan kualitas makanan yang tidak sepadan dengan ekspektasi.

Mamma Rosy adalah restoran Italia legendaris di Kemang yang terkenal dengan suasana santai dan *homey*, bukan *fine dining* yang kaku. Dengan nuansa taman tropis yang nyaman, tempat ini cocok untuk kumpul santai. Andalan utamanya adalah pasta *handmade* dengan porsi besar, seperti Ravioli Tartufo yang wajib dicoba. Namun, ulasan jujur ini juga menyoroti rasa yang terkadang keasinan dan Tiramisu yang kurang nendang, memberikan gambaran seimbang bagi calon pengunjung yang mencari pengalaman kuliner otentik.