Loading...










Meskipun menawarkan promo *buy one get one*, artikel ini mengulas pengalaman buffet di JW Marriott Jakarta yang ternyata sangat mengecewakan. Kualitas makanan dinilai tidak konsisten, mulai dari steak yang terlalu asin hingga pilihan dessert yang monoton. Suasana yang ramai dan pelayanan yang kurang memuaskan juga menjadi sorotan. Di tengah kekecewaan, pasta aglio olio, salad bar, dan gelato menjadi menu penyelamat yang direkomendasikan. Pengalaman ini dianggap tidak sepadan dengan harga dan reputasi hotel bintang lima.
Datang ke sini karena nama besar JW Marriott Jakarta dan promo"buy one get one"-nya, dalam hati udah mikir akhirnya bisa makan sepuasnya sambil Nongkrong santai. Ternyata… Anjay, gimana ya ngomongnya, rasanya IQ gue diinjek-injek.🤦♀️

Le Quartier di Jakarta Selatan menawarkan suasana *fine dining* Prancis yang cantik dan cocok untuk berfoto, namun pengalaman kulinernya bisa jadi untung-untungan. Dengan harga sekitar 850 ribu per orang, kualitas hidangannya tidak konsisten; steak andalannya bisa mengecewakan, sementara pasta dan roti gratisnya justru mendapat pujian tinggi. Restoran ini lebih direkomendasikan bagi mereka yang memprioritaskan suasana dan ambience daripada jaminan rasa makanan yang stabil, di mana hidangan terbaiknya justru bisa datang dari sesuatu yang tak terduga.

Temukan sebuah kafe tersembunyi di Jakarta yang menawarkan pengalaman ngopi otentik ala Melbourne. Berpusat pada *slow bar*-nya, tempat ini tidak memiliki menu; sang pemilik akan langsung meracik kopi sesuai preferensi Anda. Nikmati kopi berkualitas tinggi, seperti *Flat White* yang super lembut atau *house blend* spesial dengan cita rasa unik. Dengan ruang yang intim dan terbatas, kafe ini adalah surga bagi para pencinta kopi sejati yang mencari kualitas, bukan tempat untuk bekerja atau nongkrong beramai-ramai.

Fez-Kinara di Kemang menawarkan suasana eksotis ala Maroko dan India yang sangat Instagramable, cocok untuk kencan atau bersantai. Namun, artikel ini mengingatkan bahwa pengalaman kulinernya bisa jadi untung-untungan. Menu andalan seperti Butter Chicken sangat direkomendasikan, tetapi beberapa hidangan lain, porsi yang kecil, dan harga yang cukup tinggi menjadi catatan. Pengunjung juga perlu bersiap dengan pelayanan yang cenderung lambat, menjadikannya tempat yang lebih cocok untuk menikmati suasana daripada mencari santapan cepat dan memuaskan.

Hotel Monopoli di Kemang menawarkan desain retro New York yang sangat fotogenik pada siang hari. Namun, artikel ini mengungkap sisi lainnya: saat malam tiba, rooftop club-nya berubah menjadi sumber kebisingan ekstrem yang menggetarkan seluruh bangunan hingga dini hari. Pengalaman menginap yang kontras ini menjadikannya surga bagi para pencari pesta, tetapi mimpi buruk bagi siapa pun yang menginginkan istirahat tenang. Ini adalah "hotel hiburan" sejati, bukan tempat untuk mencari ketenangan di tengah hiruk pikuk Jakarta.