Loading...












Meskipun terkenal sebagai kafe viral, Common Grounds di FX Sudirman menyimpan kejutan. Tempat ini memanjakan pencinta kopi dengan manual brew profesional dan menu andalan seperti Shakshouka serta pastries yang lezat. Namun, jangan terkecoh untuk bekerja di sini! Kafe ini sengaja tidak menyediakan Wi-Fi dan memiliki sinyal seluler yang buruk. Ditambah pelayanan yang kurang efisien dan batas waktu duduk, tempat ini lebih cocok untuk makan cepat daripada nongkrong santai atau WFC.
Oke, langsung ke intinya! Ini gue rangkumin panduan biar kalian nggak salah langkah:
Gitu aja deh, semoga kalian nggak datang sia-sia ya. 👋

Cloud Lounge menyuguhkan pemandangan 360 derajat Jakarta dari lantai 49 yang spektakuler, ideal untuk berfoto saat matahari terbenam. Namun, lupakan obrolan romantis; tempat ini lebih mirip kelab malam outdoor dengan musik yang sangat kencang. Meskipun Tiramisu dan Wagyu-nya patut dicoba, kualitas menu lainnya tidak menentu dan harganya mahal. Pengunjung juga perlu waspada terhadap kebijakan minimum charge yang tinggi dan pelayanan yang kurang memuaskan, menjadikan pengalaman di sini sangat untung-untungan.

Pernah membayangkan rasa jamu Tolak Angin menjadi es krim? Sebuah kedai gelato di Jakarta berani mewujudkannya! Tempat ini menjadi viral karena menyajikan rasa-rasa unik yang tak terduga, seperti Tolak Angin Gelato yang segar herbal dan Rujak Aceh Gelato dengan sensasi pedas manis. Dengan interior retro yang nyaman dan cocok untuk berfoto, kedai ini menawarkan pengalaman kuliner unik bagi para pencari rasa baru. Meski porsinya terbilang kecil, kelezatan gelato aneh ini dijamin membuat penasaran dan patut dicoba.

Spectrum di Fairmont Jakarta menawarkan pengalaman buffet yang lebih seru dan berbeda dari biasanya. Selain menyajikan aneka daging premium berkualitas tinggi seperti Tomahawk steak, keunikan utamanya adalah menu Indomie Lobster yang tak terduga. Kombinasi kreatif antara cita rasa lokal dan bahan mewah ini menjadi daya tarik utama. Dengan suasana yang mewah namun tetap santai serta adanya malam tematik khusus, tempat ini menjadi pilihan istimewa untuk merayakan momen spesial atau sekadar memanjakan diri dengan santapan berkelas.

Bagaimana sebuah toko es krim legendaris bisa bertahan sejak 1932 meski tanpa AC, pelayanannya kurang ramah, dan rasanya dianggap biasa? Artikel ini mengupas keunikan kedai ikonik Jakarta tersebut. Di balik sensasi panas dan rasa es krim yang lebih mirip es serut rumahan, terdapat nilai nostalgia yang kuat. Tempat ini lebih menawarkan pengalaman kembali ke masa lalu dan menikmati menu unik seperti Spaghetti Ice Cream, daripada sekadar mencari kelezatan es krim modern yang lembut dan mewah.