Loading...












Artikel ini mengulas pengalaman mengecewakan di buffet akhir pekan Sana Sini Jakarta yang tak lagi sepadan dengan harganya yang premium. Meskipun suasana hotel tetap menawan, kualitas makanan menurun drastis, dengan banyak hidangan disajikan dingin dan isi ulang yang sangat lambat. Pengunjung juga perlu waspada terhadap biaya minuman tersembunyi yang sangat mahal. Uniknya, artikel ini justru merekomendasikan buffet sarapan di sana yang dinilai jauh lebih baik dan memuaskan dibandingkan brunch atau makan malamnya.
Buat teman-teman yang nggak mau buang-buang duit, dengerin saran gue deh:

La Vue di rooftop The Hermitage menawarkan salah satu pemandangan sunset 360 derajat paling memukau di Jakarta. Tempat ini menjadi pilihan ideal untuk menikmati suasana kota dari ketinggian, terutama sambil mencoba koktail unik seperti Sangria Sambal Matah. Namun, perlu diingat bahwa daya tarik utamanya adalah pemandangan, karena harga yang premium mungkin tidak sebanding dengan kualitas dan porsi makanan yang disajikan. Tempat ini lebih cocok untuk bersantai menikmati minuman daripada mencari pengalaman kuliner yang istimewa.

Tersembunyi di dalam sebuah villa di Menteng, Dominica menawarkan pengalaman bersantap Italia yang terasa seperti sedang main ke rumah mewah. Suasananya hangat dan intim, bukan seperti fine dining kaku, sehingga cocok untuk kencan atau kumpul santai. Meskipun harganya premium dan rasa makanannya bisa untung-untungan, beberapa menu andalannya seperti Truffle Cream Gnocchi dan Mushroom Risotto disebut-sebut sebagai yang terbaik. Tempat ini lebih menonjolkan suasana uniknya yang nyaman dan eksklusif, namun siapkan bujet lebih saat berkunjung.

Kenangan Heritage di Senayan City menawarkan pengalaman premium dari Kopi Kenangan dengan interior mewah bak museum kopi dan menu eksklusif. Meskipun suasananya sangat cocok untuk berfoto dan bersantai, artikel ini menggarisbawahi kontras tajam dengan pelayanannya. Pengalaman pelanggan dirusak oleh waktu tunggu yang sangat lama dan sistem pemesanan yang kacau, membuat harga yang lebih mahal terasa tidak sepadan. Tempat ini lebih cocok bagi pengunjung yang mencari suasana baru tanpa terburu-buru, bukan yang mengutamakan efisiensi.

Penasaran di mana para ekspatriat Jepang di Jakarta berkumpul? Jawabannya ada di izakaya tersembunyi di dalam hotel Artotel ini. Dengan suasana otentik ala Kyoto, interior kayu, dan banyaknya ruang privat, tempat ini menawarkan pengalaman makan yang imersif. Jangan lewatkan hidangan andalan seperti Ishiyaki Meshi yang mendesis dan Tori Karaage yang renyah. Sebuah pilihan tepat untuk merasakan suasana Jepang asli tanpa harus meninggalkan Jakarta, meski perlu menyiapkan bujet lebih untuk pengalaman premium ini.