Loading...














Berlokasi tersembunyi di dalam Le Méridien Jakarta, Leon Goldstein adalah restoran dan bar yang menawarkan suasana eksklusif. Tempat ini mengusung gaya 'Old Money' ala The Great Gatsby dengan interior kayu gelap dan sofa kulit yang elegan. Suasananya yang tenang dan privat menjadikannya pilihan sempurna untuk pertemuan bisnis atau perayaan spesial yang intim. Menu Western klasik dan koleksi koktail premium siap melengkapi pengalaman bersantap yang jauh dari keramaian kota.
Guys, gue nemuin satu tempat yang ajaib banget.
Begitu masuk, gue langsung tau kalau keputusan gue tepat. Tempat ini sama sekali bukan tipe dekorasi pasaran ala selebgram. Seluruh ruangannya pakai panel kayu warna gelap, sofa kulit vintage, dan lampu yang temaram. Hawanya tuh berasa 'Old Money' banget, tenang, privat, rasanya pas banget kalau mau ngobrolin bisnis miliaran di sini. 💼
Ini jelas bukan tempat yang cocok buat `nongkrong` sambil berisik-berisik. Suasananya `chill` banget, tapi bukan chill santai kayak di pantai, melainkan jenis chill yang elegan dan tenang yang bikin kamu otomatis duduk tegap dan ngomong pelan-pelan. Para pelayannya pakai seragam necis, bicaranya lembut, bikin kamu merasa diperlakukan kayak tamu yang sangat terhormat. `Mantap`!
Jujur ya, tempat ini jelas nggak cocok buat makan-makan santai sehari-hari. Lihat lokasi dan dekorasinya aja udah ketebak, harganya nggak murah. Di menunya nggak banyak makanan yang aneh-aneh, isinya menu-menu utama klasik Western yang 'serius', kayaknya ini tipe tempat yang nggak neko-neko dan fokus banget sama kualitas. Tapi daftar minumannya lengkap banget, pesan segelas wiski atau koktail klasik, duduk ngobrol di sini, rasanya waktu jadi melambat. 🍷
Satu-satunya 'minusnya' mungkin adalah suasananya yang buat orang yang suka keramaian, bisa jadi terasa agak 'bosenin' atau terlalu 'serius'. Kalau kamu nyari tempat buat foto-foto heboh dan ngegosip kenceng bareng teman-teman, kayaknya ini bukan pilihan terbaik.
Terakhir, buat teman-teman yang mau ke sini, gue kasih poin-poin pentingnya:

Temukan surga tersembunyi untuk WFC di sebuah gang kecil di Benhil, Jakarta. Kafe ini menawarkan suasana tenang dengan desain minimalis yang ideal untuk fokus bekerja. Bukan hanya tempatnya yang nyaman, kualitas manual brew-nya yang juara dan sajian unik seperti Gochujang Pasta siap memanjakan lidah. Namun, perlu diingat sirkulasi udaranya kurang baik sehingga bau dapur bisa menempel di pakaian. Selain itu, pastikan membawa alat pembayaran non-tunai karena kafe ini sepenuhnya cashless.

Cloud Lounge menyuguhkan pemandangan 360 derajat Jakarta dari lantai 49 yang spektakuler, ideal untuk berfoto saat matahari terbenam. Namun, lupakan obrolan romantis; tempat ini lebih mirip kelab malam outdoor dengan musik yang sangat kencang. Meskipun Tiramisu dan Wagyu-nya patut dicoba, kualitas menu lainnya tidak menentu dan harganya mahal. Pengunjung juga perlu waspada terhadap kebijakan minimum charge yang tinggi dan pelayanan yang kurang memuaskan, menjadikan pengalaman di sini sangat untung-untungan.

Sebuah speakeasy tersembunyi di Jakarta menawarkan pengalaman minum yang tak biasa dengan mengangkat cita rasa lokal ke level berikutnya. Bar ini menyajikan jajaran cocktail kreatif yang terinspirasi dari budaya Indonesia. Bayangkan menikmati minuman dengan sentuhan bumbu Padang yang gurih dan sedikit pedas, atau mencicipi camilan unik seperti Rendang Fries. Dengan suasana intim dan remang-remang, tempat ini menjadi pilihan ideal untuk mencari pengalaman nongkrong yang benar-benar berbeda dari biasanya.

Berlokasi di Hotel Fairmont, BAR ON G menawarkan suasana bar yang privat dan elegan, mengingatkan pada bar wiski kelas atas yang tersembunyi. Tempat ini menjadi solusi sempurna bagi perokok dan non-perokok berkat sistem ventilasinya yang canggih, sehingga semua bisa nongkrong dengan nyaman. Sorotan utamanya adalah koleksi Indonesian Heritage Cocktails yang unik, seperti racikan gin Bali dengan kecombrang, serta fasilitas bar cerutu khusus. Ini adalah pilihan ideal untuk obrolan bisnis atau kencan yang tenang.