Loading...






Dikenal karena arsitekturnya yang memukau, Dia.lo.gue di Jakarta Selatan lebih terasa seperti galeri seni ketimbang restoran. Tempat ini menawarkan suasana artistik yang tenang dengan ikon tangga melayang yang fotogenik, sempurna untuk bersantai atau mencari inspirasi. Namun, artikel ini menyoroti pengalaman makanan dan pelayanan yang tidak konsisten, layaknya sebuah pertaruhan. Kunci untuk menikmati kunjungan ke sini adalah dengan datang untuk menikmati ruang dan arsitekturnya, sambil mengelola ekspektasi terhadap sajian dan servisnya.
Jujur ya, soal Dia.lo.gue di Jakarta Selatan ini, gue tuh beneran antara cinta dan benci.
Desain arsitekturnya yang di-hype banget di internet, katanya master cahaya dan bayangan lah, tangga melayang lah… emang Mantap! Tapi kalau lo ke sini cuma buat makan enak dan pengen dapet servis yang ramah banget, mending pikir-pikir lagi deh. 😂
Tangga melayang yang jadi ikonnya itu, beneran deh asal jepret aja hasilnya udah keren banget, pantesan banyak banget yang foto-foto di situ. Nongkrong seharian di sini emang chill banget. Rasanya kayak ada inspirasi di mana-mana, cocok banget buat bawa laptop ngetik atau sekadar ngobrol ngalor-ngidul sama teman.
2. Strategi pesan makanan: Kalau mau makan, coba deh pesan ayam panggang yang review-nya bagus, atau biar aman pesan aja minuman botolan, kecil kemungkinannya buat zonk.
4. Spot foto andalan: Tangga melayang dan taman outdoor itu spot terbaiknya. Saran outfit, coba deh gaya yang simpel dan punya sentuhan desain, biar lebih nyambung sama suasananya.
Jadi, lo bakal ke sini gak? Yuk, sharing di kolom komentar soal pengalaman lo di sini, seru atau malah zonk? 👇

Houm Coffee di Dharmawangsa menjadi viral berkat konsep *homey* yang unik dan interiornya yang fotogenik. Meskipun menawarkan makanan lezat seperti Singkong Goreng yang wajib coba, artikel ini mengungkap pengalaman yang campur aduk. Kopi andalannya yang dijanjikan bisa isi ulang ternyata mengecewakan, dan kenyamanan pengunjung terganggu oleh ruang yang sempit serta banyaknya lalat. Tempat ini lebih cocok untuk berfoto dan menikmati makanan ringan daripada untuk bekerja (WFC) atau mencari kopi berkualitas tinggi.

Meskipun memiliki ulasan tinggi, restoran trendi di Jakarta ini menawarkan pengalaman yang kontras. Di satu sisi, hidangan seperti Wagyu Beef Dry Ramen dan Buffalo Cauliflower-nya disebut-sebut sebagai penyelamat suasana hati karena rasanya yang luar biasa. Namun, pengunjung perlu mempersiapkan diri untuk pelayanan yang tidak konsisten dan cenderung cuek. Suasananya yang fotogenik seringkali ramai, sehingga disarankan untuk fokus pada menu andalan dan mengabaikan drama pelayanan demi pengalaman kuliner yang memuaskan.

Amigos adalah bar Meksiko legendaris di Kemang yang telah meramaikan Jakarta sejak 1979. Lupakan dekorasi Instagramable, tempat ini menawarkan suasana retro Texas-Meksiko yang otentik dan semarak, terutama saat malam live music atau Salsa Night. Sambil menikmati Fajitas dan Tacos andalannya, pengunjung diajak bernostalgia. Namun, perlu diingat bahwa harganya cukup tinggi dan seluruh area merupakan zona merokok, sehingga mungkin kurang cocok untuk semua kalangan.

Sejiwa, kafe populer asal Bandung, kini hadir di Jakarta dengan suasana outdoor yang asyik dan ramai. Namun, bersiaplah untuk beberapa kejutan, seperti parkir valet wajib yang mahal dan kualitas kopi yang dinilai kurang memuaskan. Di balik itu, artikel ini menyoroti menu andalan yang justru datang dari makanannya, yaitu Salmon Lodeh yang inovatif dan kue cokelat porsi jumbo. Temukan panduan lengkap agar kunjunganmu lebih menyenangkan dan tidak salah pesan di tengah kualitasnya yang naik-turun.