Loading...


Martabak Orins dikenal viral karena penyajiannya yang unik seperti pizza, tidak dilipat sehingga ideal untuk dibagikan. Namun, ulasan ini menyoroti pengalaman seorang penggemar lama yang merasa kualitasnya menurun. Dengan harga premium, isian Martabak Telur andalannya dinilai tidak sekonsisten dan semelimpah dulu. Artikel ini juga mengingatkan bahwa gerai utamanya lebih cocok untuk takeaway karena tempatnya yang kecil dan sangat ramai, bukan untuk makan di tempat dengan nyaman.
Anjay, perasaanku campur aduk.
Jadi, sebenernya masih worth it nggak sih buat dicoba? Gue rangkumin beberapa poin simpel buat teman-teman:
Kesimpulannya, nostalgianya sih masih dapet, tapi kualitasnya kayaknya udah nggak sekonsisten dulu. Kalau lo fans lama yang mau nostalgia, saran gue sih turunin ekspektasi lo dulu.

Mematahkan stereotip restoran 24 jam, D’Artisan Bistro di Tanah Abang menawarkan pengalaman makan berkualitas kapan saja. Dengan suasana bistro yang *cozy* dan pelayanan bintang lima yang super ramah, tempat ini jadi pilihan tepat untuk berbagai suasana. Menunya sangat beragam, mulai dari hidangan Barat hingga Indonesia, yang disajikan dengan porsi besar dan rasa konsisten. Tempat ini juga halal-friendly, menjadikannya penyelamat lapar tengah malam yang sempurna untuk semua kalangan.

The Cafe di Hotel Mulia dikenal sebagai salah satu buffet hotel terlengkap dan legendaris di Jakarta. Artikel ini mengulas kualitasnya yang tetap konsisten dengan pilihan makanan super beragam, mulai dari sashimi segar, kambing guling empuk, hingga stasiun dessert yang melimpah ruah. Meskipun suasananya ramai, tempat ini menjadi pilihan aman untuk perayaan keluarga. Pembaca juga akan mendapatkan strategi makan agar tidak rugi serta tips penting, seperti minuman yang ternyata tidak termasuk dalam paket harga.

Terletak di sebuah rumah tua menawan di Menteng, kafe ini menawarkan suasana retro yang estetik dan sangat populer. Selain kopinya yang sudah terkenal enak, menu andalan yang wajib dicoba adalah Pork Porchetta dengan kulit super renyah dan daging juicy. Artikel ini juga mengulas beberapa kekurangan, seperti harga yang premium dan batasan waktu duduk saat ramai. Tempat ini sangat direkomendasikan bagi pencari suasana unik dan hidangan babi krispi yang tak terlupakan, meski perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum berkunjung.

Kedai Tjikini menawarkan pengalaman nostalgia autentik di pusat Jakarta, membawa pengunjung kembali ke era 80-an dengan interior jadul dan alunan musik lawas. Sambil menikmati suasana, cicipi hidangan andalan seperti Lontong Cap Go Meh yang bercita rasa rumahan. Namun, artikel ini juga secara jujur membahas beberapa kekurangan, mulai dari harga yang cukup tinggi, porsi yang kurang memuaskan, hingga area parkir yang terbatas. Ini adalah pilihan menarik untuk merasakan Jakarta tempo doeloe, dengan beberapa catatan penting.