Loading...








Sebuah kedai kopi lokal di Balikpapan menawarkan pengalaman mengejutkan bagi para pencinta kopi sejati. Tempat ini menonjol karena pemiliknya me-roasting biji kopi sendiri, menyajikan cita rasa otentik dari berbagai daerah seperti Gayo. Menu andalannya, seperti manual brew V60 dan Kopi Susu Singkawang, wajib dicoba. Selain kopi berkualitas, kedai ini juga dikenal dengan suasana sosialnya yang hangat dan ramai, menjadikannya tempat nongkrong yang seru di malam hari, meskipun tempatnya tidak terlalu besar.
Udah nyobain banyak banget kopi spesialti di Jakarta, jujur aja, gue udah agak bosen. Nggak nyangka pas lagi dinas ke Balikpapan, gue malah dikasih pelajaran sama satu kedai kopi kecil di pinggir jalan, beneran anjay! 🤯
Tempatnya nggak besar, tapi kalau malam rame banget, hampir gue kira lagi masuk ke livehouse yang lagi hits. Di depan penuh sama parkiran motor, udaranya penuh sama wangi kopi dan tawa anak-anak muda, nah ini baru Indonesia banget.

Jangan terkecoh dengan namanya, Kafe Baca di Balikpapan justru tidak menyediakan buku sama sekali. Tempat ini menawarkan konsep unik sebagai 'hutan tersembunyi' di tengah kota, dengan suasana hijau yang syahdu dan cocok untuk nongkrong santai. Keunikannya terletak pada ketiadaan Wi-Fi dan colokan, yang sengaja dirancang agar pengunjung fokus berinteraksi. Meskipun bukan untuk bekerja, kafe ini menjadi pilihan tepat untuk melepas penat dan mengobrol bersama teman, asalkan siap dengan obat nyamuk.

Potokoffie di Balikpapan menawarkan pengalaman yang unik sekaligus kontroversial. Kafe ini menjadi sorotan karena aturan minimal belanja Rp1,5 juta untuk bisa duduk di lantai dua. Namun, di balik kebijakannya yang tak biasa, tempat ini menyajikan Kopi Alpukat yang juara dan memiliki keistimewaan langka: ruang merokok dalam ruangan yang sejuk ber-AC. Meskipun beberapa menu dan pelayanannya dinilai kurang konsisten, kafe ini tetap menarik perhatian dengan perpaduan antara aturan ketat dan fasilitas uniknya.

DECAFE, restoran legendaris di Balikpapan, menawarkan pengalaman unik yang kontradiktif. Di satu sisi, interiornya yang baru direnovasi terasa sangat nyaman dengan atmosfer ala kafe Jepang-Korea, ideal untuk bersantai. Namun, pengunjung harus bersiap menghadapi pelayanan yang lambat dan kurang ramah. Untungnya, semua kekecewaan itu terbayar lunas oleh kelezatan menu andalannya, seperti Sapi Lada Hitam dengan Roti Mantau dan Sop Buntut yang membuat siapa pun rela untuk kembali lagi meski harus ekstra sabar.

Meskipun tempatnya terkesan kurang bersih dengan pelayanan yang lambat, restoran ini justru tidak pernah sepi pengunjung. Rahasianya terletak pada harga yang sangat terjangkau dan porsi jumbo yang memuaskan. Aroma *wok* yang kuat menjadi daya tarik utama dari menu andalan seperti Nasi Goreng Super dan Kwetiau Goreng. Tempat ini adalah pilihan tepat bagi para pencari kuliner yang lebih mengutamakan kelezatan rasa dan harga murah di atas segalanya, mengabaikan kenyamanan dan suasana tempat makan.