Loading...
1/15 Coffee di Kemang adalah spot hits yang terkenal dengan interiornya yang sangat fotogenik, mengingatkan pada kafe-kafe di Melbourne. Dengan desain minimalis dan cahaya alami melimpah, tempat ini memang juara untuk berfoto. Namun, artikel ini mengupas sisi lain: kualitas makanan dan kopi yang tidak selalu memuaskan. Sorotan utamanya adalah pelayanan yang dingin dan kaku, serta kebijakan dapur yang tidak fleksibel terhadap pelanggan dengan alergi, membuat tempat ini lebih direkomendasikan bagi pencari estetika visual daripada pengalaman kuliner yang hangat.
Guys, kalau ngomongin soal dunia kopi di Jakarta, 1/15 Coffee itu nama yang pasti disebut. Sebagai salah satu veteran, dulu tempat ini jadi tempat pertama banyak orang kenal kopi. Apalagi cabang yang di Kemang ini, viral banget gara-gara foto-fotonya yang"ala jalanan Melbourne", dibilang visualnya paling top di dunia per-brunch-an Jakarta juga nggak berlebihan. Kebetulan kemarin gue lewat, jadi mampir deh buat liat-liat, apa masih worth it buat Nongkrong.
Terakhir, kesimpulannya, buat teman-teman yang mau coba ke sini, ini beberapa saran"manusiawi" dari gue:

Mencari makan tengah malam? Kedai Sudut Selatan buka 24 jam, namun ulasan ini menyarankan untuk berpikir dua kali. Meskipun menawarkan Mie Aceh, rasanya dinilai kurang otentik dan pelayanannya sangat mengecewakan—lambat dan tidak ramah, lengkap dengan service charge 5%. Keunikan utamanya justru pada suasana yang penuh asap rokok di seluruh ruangan ber-AC, menjadikannya surga bagi perokok namun tidak ramah bagi pengunjung lain, terutama keluarga yang membawa anak-anak.

Eastern Promise di Kemang dikenal sebagai pub legendaris dengan atmosfer Inggris klasik yang kental. Tempat ini menjadi tujuan utama untuk menikmati makanan India otentik yang lezat, seperti Saag Paneer dan sup tomatnya yang juara. Namun, bersiaplah menghadapi sisi lainnya: pelayanan yang terkenal buruk dan tidak ramah, terutama pada pengunjung lokal. Dengan kualitas yang tidak menentu, pengalaman bersantap di sini terasa seperti pertaruhan antara kenikmatan kuliner dan kekecewaan pelayanan yang mungkin didapat.

Membuktikan arak lokal bisa naik kelas, Lokaholik di Blok M menawarkan pengalaman minum yang unik. Bar ini mengubah minuman tradisional seperti Arak menjadi koktail kreatif dengan rasa tak terduga, mulai dari yang terinspirasi kue Klepon hingga Nasi Liwet yang gurih. Ditemani alunan musik nostalgia Indonesia 80-90an, suasana intimnya sangat pas untuk bersantai. Tempat ini adalah pilihan tepat bagi para pencari cita rasa lokal otentik yang dikemas secara modern, namun disarankan untuk makan di tempat lain.

Dikenal karena arsitekturnya yang memukau, Dia.lo.gue di Jakarta Selatan lebih terasa seperti galeri seni ketimbang restoran. Tempat ini menawarkan suasana artistik yang tenang dengan ikon tangga melayang yang fotogenik, sempurna untuk bersantai atau mencari inspirasi. Namun, artikel ini menyoroti pengalaman makanan dan pelayanan yang tidak konsisten, layaknya sebuah pertaruhan. Kunci untuk menikmati kunjungan ke sini adalah dengan datang untuk menikmati ruang dan arsitekturnya, sambil mengelola ekspektasi terhadap sajian dan servisnya.