Loading...








Terkenal dengan soufflé pancake-nya yang fluffy, The Pancake Co. di Plaza Senayan ternyata menyimpan kejutan. Artikel ini menyoroti bahwa daya tarik utamanya justru bukan pada pancake yang dinilai agak hambar, melainkan pada menu lain yang tak terduga. Uji Matcha Latte yang pekat dan Truffle Steak Don yang lezat disebut sebagai bintang sesungguhnya. Berlokasi tersembunyi, tempat ini cocok untuk nongkrong santai, asalkan Anda siap menunggu pesanan yang dibuat fresh dan tidak terburu-buru.
Persaingan dessert di Jakarta ini gila banget sih, aku salut. Apalagi soufflé pancake, semua ngakunya paling top. Kali ini aku sengaja datengin The Pancake Co. by DORÉ yang super terkenal itu, hasilnya… gimana ya, agak susah dijelasin sih. 🤯
Meskipun nemu yang enak, ada beberapa hal yang harus aku ingetin ke teman-teman:
Pertama, harganya lumayan mahal. Satu porsi pancake klasik sekitar 88k, segelas matcha latte 50k, buat sekali ngeteh sore lumayan berasa di dompet.
Sini, aku kasih poin-poin pentingnya, biar kalau ke sana nggak salah langkah, lihat sini ya👇

Lucy In The Sky di Senayan Park menawarkan pengalaman rooftop yang campur aduk. Di satu sisi, tempat ini punya pemandangan kota yang memukau, suasana sejuk, dan hidangan Indonesia yang ternyata lezat luar biasa, seperti Nasi Goreng Sei Sapi dan Sop Buntut-nya. Namun, semua kelebihan itu harus dibayar dengan servis yang sangat lambat dan seringkali membuat frustrasi. Sebuah pilihan menarik bagi yang mencari suasana dan rela melatih kesabaran ekstra untuk menikmati makanan dan pemandangan yang sepadan.

Monolog di Plaza Senayan tetap menjadi tempat nongkrong legendaris dengan kopi berkualitas juara yang wajib dicoba, terutama Flat White dan aneka pastry-nya. Namun, artikel ini mengulas bahwa pengalaman menikmati hidangan beratnya justru kurang memuaskan dan tidak sepadan dengan harganya. Suasananya yang bisa menjadi sangat ramai dan beberapa kekurangan lain membuat pengunjung perlu strategi khusus. Kunci untuk menikmati Monolog adalah dengan fokus pada kopi dan camilannya, serta memilih waktu kunjungan yang tepat.

Meskipun terkenal sebagai kafe viral, Common Grounds di FX Sudirman menyimpan kejutan. Tempat ini memanjakan pencinta kopi dengan manual brew profesional dan menu andalan seperti Shakshouka serta pastries yang lezat. Namun, jangan terkecoh untuk bekerja di sini! Kafe ini sengaja tidak menyediakan Wi-Fi dan memiliki sinyal seluler yang buruk. Ditambah pelayanan yang kurang efisien dan batas waktu duduk, tempat ini lebih cocok untuk makan cepat daripada nongkrong santai atau WFC.

TUKU di GBK menjadi sorotan karena antreannya yang luar biasa panjang. Lebih dari sekadar kedai kopi, tempat ini merupakan pusat nongkrong dengan *vibes* 'anak Jaksel' yang kental, lengkap dengan musik dan suasana yang hidup. Meskipun Kopi Susu Tetangga-nya menjadi primadona, artikel ini juga membahas sisi minusnya, seperti keramaian ekstrem yang membuat sulit mencari tempat duduk. Ulasan ini menimbang apakah pengalaman unik tersebut sepadan dengan perjuangan mengantre di tengah lautan manusia yang padat.