Loading...








Tersembunyi di sebuah gang di Tanjung Duren, kedai ini menyajikan Bakmi Bangka dan Songsui Babi dengan cita rasa rumahan yang autentik dan lezat. Namun, kenikmatan ini sepadan dengan perjuangannya. Pengunjung harus siap menghadapi antrean yang sangat panjang, suasana panas tanpa AC, dan kualitas rasa yang terkadang tidak konsisten. Tempat ini adalah surga bagi para pemburu kuliner sejati yang lebih mementingkan rasa daripada kenyamanan dan pelayanan.
Anjay… Muter-muter di gang perumahan Tanjung Duren, akhirnya ketemu juga sama “tempat legendaris” ini. Jujur, pas liat pintu rumah warga yang sederhana banget, dan dalemnya yang penuh sesak sampe semua orang pegang kipas angin kecil masing-masing, gue beneran agak cengo. 🥵
Nggak ada AC, cuma ada beberapa kipas angin yang bunyinya kenceng, dan pas jam sibuk harus sharing meja sama orang asing. Selesai pesan, cuma bisa melongo liatin abang ojol ambil pesanan satu per satu, sementara kita yang makan di tempat nungguinnya udah kayak apaan tau… Saat itu gue beneran mikir, ini gue sebenernya mau makan apa mau latihan sabar sih?
Tepat pas kesabaran udah di ujung tanduk, akhirnya bakminya datang juga!
Tenang, Guys, jangan cuma karena gue puji-puji terus kalian langsung gas ke sini. Kekurangan tempat ini sama menonjolnya kayak kelebihannya.
Terakhir, buat teman-teman yang mau Nongkrong di sini, gue siapin panduan super lengkap, wajib dibaca sebelum berangkat!

Penasaran dengan status Pempek Eirin 10 Ulu di Glodok? Artikel ini mengulas kedai pempek legendaris tersebut, yang terkenal dengan suasana merakyat khas Jakarta tempo dulu. Meskipun Pempek Kulit-nya yang garing sangat direkomendasikan, ulasan ini juga jujur menyoroti beberapa kekurangan. Rasa ikan yang dinilai tak sekuat dulu dan saus cuko yang disajikan terbatas menjadi catatan penting. Baca untuk mengetahui apakah keotentikannya masih bertahan, lengkap dengan tips praktis agar tidak salah langkah saat berkunjung.

Temukan spot nongkrong rahasia di lantai enam LTC Glodok yang kontras dengan citra pusat elektronik. Bar ini menawarkan atmosfer dewasa yang tenang dengan nuansa film jadul, lengkap dengan lampu temaram dan sofa kulit yang nyaman. Sambil menikmati live music yang membawakan lagu-lagu lawas, tempat ini menjadi pilihan sempurna untuk percakapan santai dan berkualitas.

Scarlett's Café menjadi sorotan berkat Poured Tiramisu-nya yang viral. Namun, ulasan ini mengupas apakah sensasi siram tiramisu tersebut sepadan dengan rasanya yang ternyata tak sekuat ekspektasi. Justru, kejutan manis datang dari menu lain seperti Pistachio Basque Cheesecake dan Grilled Cheese Sandwich yang disebut sebagai juara sesungguhnya. Selain menyoroti suasana kafe yang estetik namun ramai, artikel ini memberikan tips jujur agar kunjungan Anda lebih maksimal dan tidak berakhir kecewa dengan antreannya yang panjang.

Makan di Steak 21 Central Park menawarkan pengalaman yang untung-untungan, layaknya membuka *blind box*. Artikel ini menyoroti kualitas steak yang tidak konsisten, di mana paket combo seharga 300 ribuan bisa jadi mengecewakan dengan daging yang keras. Sebaliknya, menu à la carte yang lebih mahal seperti Truffle Garlic Steak justru terasa lezat. Meskipun mencoba menjadi tempat nongkrong dengan fasilitas KTV, kualitas hidangan utama yang tidak stabil menjadi catatan penting bagi calon pengunjung yang mencari steak enak.