Loading...








Berlokasi di Blok M, Anjay adalah kafe tersembunyi dengan desain industrial loft yang menarik. Tempat ini menawarkan suasana tenang di siang hari dan berubah menjadi bar pada malam hari, lengkap dengan koktail kustom 'As You Wish'. Namun, fitur utamanya adalah area indoor yang ramah perokok, sehingga mungkin kurang nyaman bagi non-perokok. Meskipun kualitas makanan berat dan layanannya tidak menentu, tempat ini menjadi pilihan tepat bagi yang mencari tempat nongkrong dengan minuman dan camilan.

Meskipun menawarkan promo *buy one get one*, artikel ini mengulas pengalaman buffet di JW Marriott Jakarta yang ternyata sangat mengecewakan. Kualitas makanan dinilai tidak konsisten, mulai dari steak yang terlalu asin hingga pilihan dessert yang monoton. Suasana yang ramai dan pelayanan yang kurang memuaskan juga menjadi sorotan. Di tengah kekecewaan, pasta aglio olio, salad bar, dan gelato menjadi menu penyelamat yang direkomendasikan. Pengalaman ini dianggap tidak sepadan dengan harga dan reputasi hotel bintang lima.

Meskipun ratingnya nyaris sempurna, Shaburi & Kintan menyimpan "jebakan" berupa antrean panjang dan pelayanan yang tak menentu. Namun, kualitas makanan di restoran AYCE ini memang juara. Artikel ini menyoroti kelezatan daging premium seperti Karubi Black Pepper yang juicy, serta menu buffet unik yang tak terduga seperti Carbonara Udon dan Truffle Soup mewah. Sebuah pilihan tepat bagi para pencari daging berkualitas yang rela berkompromi dengan pengalaman pelayanan dan siap menghadapi keramaian untuk mencicipi hidangan istimewanya.

Ann's Bakehouse & Creamery menjadi incaran para pencinta kue, terutama berkat Tres Leches-nya yang legendaris dan lumer di mulut. Namun, artikel ini mengungkap bahwa pengalaman dine-in kurang memuaskan karena tempatnya yang sempit. Solusi terbaiknya adalah membawa pulang pesanan. Puncaknya, ada rahasia jitu yang dibagikan: datanglah setelah pukul 19:30 untuk mendapatkan diskon 50% untuk semua slice cake, cara cerdas menikmati kue premium tanpa menguras kantong.

Bukanagara Coffee di SCBD viral sebagai "oase" berkat interiornya yang hijau dan estetis, serasa berada di film Ghibli. Namun, di balik tampilannya yang fotogenik, artikel ini mengungkap realita yang tak seindah ekspektasi. Pengunjung mungkin akan mendapati ruangan yang panas dan pengap, serta kualitas kopi yang tidak konsisten layaknya membuka *blind box*. Beberapa menu seperti manual brew dipuji, namun menu lain bisa terasa encer dan mengecewakan, menjadikannya lebih cocok sebagai spot foto daripada tempat bersantai.