Loading...






Cosmo Pony, bar ternama di Grand Hyatt hasil kolaborasi Union Group dan Jigger & Pony, menawarkan suasana mewah yang nyaman dan bebas asap rokok. Meskipun masuk dalam daftar bar terbaik Asia, artikel ini mengulas pengalaman yang campur aduk. Sorotan utamanya adalah kualitas koktail yang dianggap kurang sepadan dengan harganya yang tinggi, cenderung encer dan kurang berkarakter. Ditambah pelayanan yang inkonsisten, bar ini lebih cocok bagi yang mencari suasana daripada penikmat koktail sejati.
Aku dateng dengan ekspektasi tinggi banget, eh tapi hasilnya… gimana ya ngomongnya, perasaanku jadi campur aduk. 🤷♀️
Oke, pujiannya udah, sekarang kita masuk ke intinya—minumannya.
Jujur aja ya, harga di sini nggak murah. Satu cocktail setelah pajak sekitar 240k Rupiah, yang diminum bukan alkoholnya, tapi suasana dan biaya lokasinya. 💸
Aku nggak mau kalian buang-buang duit, jadi simpen baik-baik beberapa tips tulus ini:
Kesimpulannya, kalau kamu cari tempat up-scale yang suasananya keren banget dan cocok buat foto-foto, di sini boleh lah. Tapi kalau kamu pecinta minuman garis keras yang datang khusus untuk"segelas minuman enak", hmm… Jakarta masih punya banyak pilihan yang lebih baik. 😉

Langit Seduh Rooftop menawarkan pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan di antara gedung-gedung Jakarta. Namun, apakah keindahan ini sepadan dengan perjuangannya? Artikel ini mengulas pengalaman di balik antrean panjang, aturan ketat seperti larangan sandal jepit, hingga kualitas makanan yang tidak sebanding dengan harganya. Tempat ini lebih menonjolkan suasana dan pemandangan daripada pengalaman kuliner, sehingga cocok dikunjungi sekali untuk berfoto, asalkan Anda siap dengan segala kekurangannya.

Penasaran dengan DORÉ by LeTAO? Gerai ini terkenal dengan Fromage Cheesecake-nya yang super lembut dan lumer di mulut, disebut sebagai salah satu yang terbaik. Namun, artikel ini juga mengulas sisi lainnya: harga premium, ukuran kue yang kecil, dan konsep gerai yang hanya untuk takeaway. Pembaca juga akan menemukan tips penting, seperti menanyakan apakah kue dalam keadaan beku saat dibeli, untuk menimbang apakah kelezatan kue ini sepadan dengan harganya sebelum mencoba.

Kafe di Cikini ini adalah surga bagi para pencari nostalgia dengan dekorasi mainan 80-90an dan menu kreatif seperti Putu Latte serta Brisket Tongseng. Suasananya yang tenang di siang hari sangat cocok untuk bekerja atau bersantai. Namun, pengunjung perlu waspada: lewat pukul 5:30 sore, seluruh area, termasuk indoor, berubah menjadi smoking area. Tempat ini menawarkan pengalaman unik dengan pelayanan yang ramah, namun dengan catatan penting bagi non-perokok yang ingin berkunjung di malam hari.

Meskipun menggiurkan dengan rating Google 4.8 dan harga AYCE K-BBQ terjangkau, artikel ini mengungkap pengalaman makan yang ternyata mengecewakan. Sorotan utamanya adalah kualitas daging yang menurun drastis setelah sajian awal dan pelayanan yang kurang ramah. Selain itu, lambatnya proses *refill* daging saat jam sibuk membuat konsep *all you can eat* menjadi tidak maksimal, menjadi pengingat untuk selalu mengatur ekspektasi saat mengunjungi tempat makan dengan ulasan tinggi namun harga yang sangat murah.