Loading...










The Cocktail Club menawarkan pengalaman yang terbelah. Di satu sisi, bar ini memikat dengan suasana retro Prancis yang menawan dan makanan ringan juara seperti Wagyu Croquettes. Namun, pengunjung perlu waspada dengan pelayanan yang sering dikeluhkan dan suasana yang berubah drastis menjadi klub malam bising dan penuh asap setelah jam 9 malam. Untuk pengalaman yang lebih santai dan menyenangkan, datang saat Happy Hour adalah kunci untuk menikmati sisi terbaik dari bar ternama ini.
Jadi, kalau lo tanya gue bakal balik lagi atau nggak? Mungkin bakal balik lagi pas Happy Hour buat Chill sambil makan wagyu croquettes-nya itu. Kalau buat malam-malam, biar buat anak-anak muda yang lebih kuat dan nggak masalah sama berisik aja deh. 😉

Berlokasi di Kota Kasablanka, Markette menawarkan pengalaman bersantap kasual dengan suasana kafe yang kekinian dan penuh warna. Restoran ini menjadi buah bibir berkat menu andalannya, yaitu aneka sandwich dengan porsi jumbo yang memuaskan. Jangan lewatkan Birria Sandwich yang viral dengan daging super empuk dan keju meleleh, atau Triple Mushroom Cheese bagi pencinta jamur. Porsinya yang besar membuat Markette menjadi pilihan tepat untuk makan kenyang dan nikmat saat berada di mal.

Meski menyandang gelar "Asia's 50 Best", PANTJA di Senopati ternyata menawarkan pengalaman yang campur aduk. Tempat ini punya suasana retro Amerika yang keren dengan jajaran cocktail berkualitas juara, sangat pas untuk bersantai. Namun, bersiaplah karena kualitas makanannya bisa jadi untung-untungan, dari yang sangat lezat hingga mengecewakan. Artikel ini mengulas jujur kelebihan dan kekurangan PANTJA, terutama soal harga premium yang terasa kurang sepadan dengan pelayanannya, agar pengunjung bisa mengatur ekspektasi sebelum datang.

Artikel ini mengulas pengalaman makan yang sangat mengecewakan di Holycow!, restoran steak yang dulu legendaris. Meskipun harganya mencapai ratusan ribu, kualitas steaknya dinilai merosot tajam, dengan tekstur yang alot "seperti sandal karet" dan penggunaan daging Meltique. Selain pelayanan lambat dan masalah kebersihan yang parah, satu-satunya hal yang masih bisa dinikmati hanyalah saus jamurnya. Restoran ini dianggap hanya menjual kenangan masa lalu dengan kualitas yang tak lagi sepadan dengan harganya.

Warung Turki di Kemang menawarkan pengalaman Timur Tengah yang imersif, bukan sekadar tempat makan. Dengan suasana Ottoman yang kental, lounge rooftop nyaman untuk bersantai sambil menikmati shisha, dan pertunjukan tari perut yang meriah di malam hari, tempat ini lebih menjual suasana. Meskipun hidangan kambingnya juara, beberapa menu seperti hummus dianggap mahal untuk porsinya. Ini adalah pilihan tepat untuk nongkrong seru bersama teman, namun kurang cocok jika tujuan utamanya adalah makan besar.