Loading...












Eastern Promise di Kemang dikenal sebagai pub legendaris dengan atmosfer Inggris klasik yang kental. Tempat ini menjadi tujuan utama untuk menikmati makanan India otentik yang lezat, seperti Saag Paneer dan sup tomatnya yang juara. Namun, bersiaplah menghadapi sisi lainnya: pelayanan yang terkenal buruk dan tidak ramah, terutama pada pengunjung lokal. Dengan kualitas yang tidak menentu, pengalaman bersantap di sini terasa seperti pertaruhan antara kenikmatan kuliner dan kekecewaan pelayanan yang mungkin didapat.
Eastern Promise yang di Kemang ini, anak Jakarta lama mana sih yang nggak tahu? Katanya sih"rumah kedua" buat para bule, udah buka puluhan tahun, udah kayak fosil hidup aja.
Tapi, setiap kali gue sebut tempat ini ke teman-teman lokal, pasti dapat tatapan yang penuh arti…"Servis di sana jelek lho","Nggak ramah sama orang lokal". Anjay! Seriusan nih? Hari ini gue nekat mau buktiin sendiri.
Begitu masuk, vibe pub Inggris jadulnya langsung berasa banget. Lampu yang temaram, bar dari kayu gelap, udaranya kecampur aroma bir dan… hmm, bau rokok yang pekat 🚬. Di dalamnya ada beberapa area, yang mau chill sambil ngobrol bisa ke area restoran, yang mau nonton bola dan main biliar bisa ngumpul di area bar, di belakang juga ada live music, emang tempat yang asyik buat nongkrong.
Oke, udah cukup pujiannya, sekarang kita ngomongin yang jujur-jujuran. Kekurangan tempat ini sama menonjolnya kayak kelebihannya.
Datang pas siang hari! Lebih sepi, bau rokok nggak begitu parah, dan mood pelayannya mungkin lagi bagus.
Langsung aja pesen makanan India dan sup tomatnya, hampir pasti nggak bakal salah.
Anggap aja ini 'tempat wisata' buat ngerasain sejarah dan suasananya, bukan tempat buat nikmatin pelayanan, pasti bakal lebih happy. Jangan berekspetasi terlalu tinggi, anggap aja mau nongkrong sambil minum-minum, sekalian ngerasain budaya sirkel bule Jakarta zaman dulu, seru juga kok.

Gerai Share Tea di Pondok Indah Mall ini menawarkan pengalaman yang unik sekaligus membingungkan. Meskipun pelayanannya terkesan seadanya dan pengunjung hanya bisa memesan minuman ukuran besar, seri Cocoa Rocksalt Cheese-nya menjadi penyelamat. Menu ini wajib dicoba, terutama karena lapisan cheese foam tebal dengan perpaduan rasa gurih-manis yang juara. Tempat ini lebih cocok untuk pelepas dahaga cepat saat lelah berbelanja, bukan untuk tempat nongkrong santai karena tempat duduk yang sangat terbatas.

AMORA di Blok M menawarkan paket dugem super hemat seharga 100 ribu, sudah termasuk tiket masuk, minuman, dan rokok. Namun, di balik harga miringnya, bersiaplah menghadapi suasana yang sangat panas, pengap penuh asap, dan fasilitas seadanya. Artikel ini menyoroti kondisi yang kurang nyaman serta keamanan yang diragukan, menggambarkan pengalaman di sana lebih seperti "tantangan bertahan hidup" ketimbang tempat bersantai. Pilihan tepat bagi yang bernyali besar dengan budget sangat terbatas.

Tersembunyi di kawasan Little Tokyo Blok M, Daitokyo Sakaba adalah izakaya dengan suasana otentik Jepang yang menawarkan Gyutan Don (nasi lidah sapi) terbaik di Jakarta. Lidah sapinya yang lumer di mulut menjadi daya tarik utama. Namun, bersiaplah karena seluruh area merupakan *smoking area* yang sangat berasap, sehingga tidak cocok untuk semua orang. Selain nasi lidah, sate-satean seperti kulit ayam dan perut babi juga wajib dicoba. Reservasi jauh-jauh hari sangat disarankan untuk menghindari antrean panjang.

August, restoran fine dining yang ramai dibicarakan di Jakarta, menawarkan petualangan kuliner hingga 16 hidangan. Keunikannya terletak pada olahan bahan-bahan lokal yang kreatif dan sesi dessert yang menjadi sorotan utama, bukan sekadar pelengkap. Meskipun beberapa menu dianggap terlalu eksperimental, pengalaman makan didukung oleh pelayanan personal yang hangat dan suasana mewah yang santai, menjadikannya pilihan tepat untuk perayaan istimewa. Artikel ini mengulas tuntas apakah hype tersebut sepadan dengan harganya.