Loading...














Loewy, bistro legendaris di Jakarta, menawarkan pengalaman yang berbeda tergantung waktu kunjungan. Nikmati suasana bistro New York yang klasik dan santai untuk brunch atau saat happy hour sore hari. Namun, bersiaplah dengan musik yang sangat kencang dan area merokok yang luas saat makan malam tiba. Artikel ini mengulas kualitas makanan yang tak menentu dan harga yang cukup tinggi, membantu Anda memutuskan apakah tempat ini masih layak dikunjungi atau hanya sekadar nostalgia belaka.
Di Jakarta, kalau ada satu tempat yang bisa nemenin kamu dari masa-masa ABG sampai dewasa, Loewy pasti salah satunya.
Nah, ini dia komplain terbesarnya! Kalau kamu mau ngobrol enak sama teman, jangan pernah datang pas malam!
Nih, gue rangkumin saran tulus buat kalian, guys:
Jadi, buat gue pribadi, Loewy itu lebih cocok jadi tempat buat ngeteh sore atau early drinks. Kalau buat makan malam, kecuali kamu nggak masalah makan di tengah-tengah suasana kayak lagi di diskotek, mending pikir-pikir lagi deh. 😅
Gimana pendapat kamu soal tempat ini? Yuk, ngobrol di kolom komentar~

Temukan oase ketenangan di tengah hiruk pikuk Jakarta di Rosé Deli, sebuah sudut tersembunyi di dalam St. Regis. Deli mewah ini menawarkan suasana elegan dengan interior serba pink yang cantik, cocok untuk bersantai atau pertemuan bisnis. Selain tempatnya yang fotogenik, nikmati juga hidangan berkualitas premium, mulai dari sajian utama yang lezat hingga pastry dan praline istimewa racikan chef ternama. Tempat ini adalah pilihan tepat bagi yang mencari ketenangan dan kualitas sepadan dengan harganya.

Amigos adalah bar Meksiko legendaris di Kemang yang telah meramaikan Jakarta sejak 1979. Lupakan dekorasi Instagramable, tempat ini menawarkan suasana retro Texas-Meksiko yang otentik dan semarak, terutama saat malam live music atau Salsa Night. Sambil menikmati Fajitas dan Tacos andalannya, pengunjung diajak bernostalgia. Namun, perlu diingat bahwa harganya cukup tinggi dan seluruh area merupakan zona merokok, sehingga mungkin kurang cocok untuk semua kalangan.

Berlokasi di Urban Forest Cipete, El Profesor menawarkan pengalaman unik bersantap steak di tengah suasana hutan kota yang asri. Artikel ini mengulas dua sisi restoran besutan Chef Andrea Paresthu: surga dan nerakanya. Di satu sisi, ada hidangan juara seperti Wagyu Blade yang lumer di mulut dan Mac and Cheese super lezat. Namun, pengunjung juga perlu waspada dengan pelayanan yang tidak konsisten dan harga yang cukup tinggi, yang membuat pengalaman bersantap di sini terasa untung-untungan.

Kedai kopi ikonik dari film *Filosofi Kopi* ini menawarkan suasana industrial-retro yang estetik di Blok M. Walau kopinya terbilang standar, camilan seperti Cireng Salju justru menjadi primadona yang wajib dicoba. Namun, pengunjung harus siap dengan antrean panjang, suasana yang sangat ramai, dan ketiadaan fasilitas esensial seperti Wi-Fi dan toilet. Tempat ini lebih cocok untuk penggemar film yang ingin bernostalgia atau mampir berfoto, bukan untuk bekerja atau bersantai dalam waktu lama.