Loading...






Maple & Oak di Menteng adalah tempat brunch viral dengan suasana cozy yang selalu ramai. Namun, di balik popularitasnya, kualitas makanannya ternyata sangat untung-untungan. Beberapa menu utama seperti Big Breakfast dikritik karena terlalu berminyak dan rasanya tidak konsisten. Uniknya, dessert Peach and Berry Cobbler justru menjadi penyelamat dan menu yang paling direkomendasikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengalaman bersantap di sini terasa seperti berjudi, tidak sepadan dengan harganya yang cukup tinggi.
Maple & Oak yang di Menteng ini, udah viral dari kapan tau. Setiap kali lewat pasti mikir, wah, fasadnya Chill banget ya, kelihatannya cocok banget buat Nongkrong bareng teman-teman. Tapi review di internet tuh terbelah banget, setengahnya muji setinggi langit, setengahnya lagi ngehujat abis-abisan. Karena penasaran dan nggak mau percaya gitu aja, gue putusin buat coba sendiri.
Duduk dan buka menu, harganya lumayan juga ya… Galau lama, akhirnya gue pesen beberapa menu andalan yang lagi viral.
Buat teman-teman yang mau coba, ini beberapa saran jujur:

Cold Moo di Menteng menawarkan pengalaman unik dengan es krim *made-to-order* yang diaduk langsung di depan mata. Tempatnya yang luas dan modern menjadi nilai plus, cocok untuk bersantai. Jangan lewatkan varian andalan seperti Special K yang segar dengan rasa asam manis, atau Berry O yang klasik. Porsinya pun besar dan mengenyangkan. Namun, bersiaplah karena kualitas pelayanannya seringkali untung-untungan. Artikel ini mengulas jujur spot viral ini, dari kelezatan es krimnya hingga potensi pelayanan yang kurang ramah.

Meskipun menggiurkan dengan rating Google 4.8 dan harga AYCE K-BBQ terjangkau, artikel ini mengungkap pengalaman makan yang ternyata mengecewakan. Sorotan utamanya adalah kualitas daging yang menurun drastis setelah sajian awal dan pelayanan yang kurang ramah. Selain itu, lambatnya proses *refill* daging saat jam sibuk membuat konsep *all you can eat* menjadi tidak maksimal, menjadi pengingat untuk selalu mengatur ekspektasi saat mengunjungi tempat makan dengan ulasan tinggi namun harga yang sangat murah.

Caspar Jakarta menawarkan pengalaman visual memukau dengan desain mewah karya Bill Bensley dan hidangan dari chef berlatar Michelin. Namun, review ini menyoroti pengalaman yang campur aduk. Di satu sisi, Tarta de Queso-nya disebut sebagai salah satu yang terbaik dan wajib dicoba. Di sisi lain, kualitas menu utama seperti Paella tidak konsisten dan pelayanan yang kurang memuaskan menjadi kelemahan utama. Tempat ini lebih cocok untuk menikmati suasana bar yang trendi sambil menyantap hidangan penutup istimewa.

B.A.T.S. adalah bar legendaris yang tersembunyi di basement Hotel Shangri-La Jakarta, menawarkan suasana unik ala bunker bawah tanah Amerika dengan live music sebagai daya tarik utamanya. Artikel ini mengupas sisi pro dan kontra tempat ini, mulai dari harganya yang sangat mahal hingga reputasinya sebagai "surga berburu" bagi ekspatriat dan warga lokal. Deskripsi ini cocok bagi pembaca yang ingin tahu apakah suasana "liar" dan energik di B.A.T.S. sepadan dengan harganya yang selangit.