Loading...










Sebuah kedai donat viral di PIM 3 sedang menjadi perbincangan berkat teksturnya yang luar biasa empuk, sering disebut "seperti makan awan" karena adonannya yang terbuat dari kentang. Varian andalannya seperti John Lemon yang segar dan Bombolini dengan isian melimpah wajib dicoba. Namun, artikel ini juga mengulas sisi lain dari pengalaman tersebut, yaitu pelayanan yang terkadang kurang ramah. Selain itu, pembaca akan mendapatkan tips praktis seputar promo paket dan sistem pembayaran non-tunai di sana.
Belakangan ini, timeline gue penuh banget sama postingan soal toko pink kecil di PIM 3 itu, katanya donat mereka empuk banget"kayak lagi makan awan" ☁️. Karena penasaran"emang seenak apa sih?", pas weekend jalan-jalan ke mal, gue langsung mampir deh.
Tempatnya cuma booth kecil gitu, nuansa pink-nya emang gemesin banget, secara visual ngertiin banget seleranya cewek-cewek. Dari jauh aja udah pengen foto-foto, tapi tempat duduknya dikit, jadi kalau mau duduk buat Chill di sana harus hoki-hokian.
Langsung ke intinya aja ya: rasanya beneran Mantap! 👍
Buat teman-teman yang mau Nongkrong di sana, inget ya beberapa poin ini, biar nggak ribet!

Fore Coffee populer sebagai "kantor pindahan" favorit di Jakarta berkat suasana nyaman dan kopi berkualitasnya. Namun, artikel ini mengupas sisi lain yang perlu diketahui. Di balik citranya yang modern, Fore Coffee mendapat sorotan tajam karena belum menerapkan kebijakan telur bebas sangkar, yang menimbulkan isu etis dan keamanan pangan. Ulasan ini juga menyoroti layanan yang inkonsisten, memberikan pandangan jujur dan seimbang bagi para pelanggan sebelum berkunjung untuk bekerja atau bersantai.

Bottega Ristorante di SCBD viral berkat interior elegannya yang sangat Instagrammable, menawarkan suasana Eropa yang menawan. Namun, di balik estetikanya, artikel ini mengulas pengalaman yang campur aduk. Kualitas makanannya tidak konsisten—beberapa menu seperti steak dan dessert dipuji, sementara yang lain mengecewakan. Pengunjung juga perlu bersiap dengan pelayanan yang kurang maksimal dan suasana yang dipenuhi asap rokok di seluruh ruangan, menjadikannya pengalaman yang "hit-or-miss" meski dengan harga yang cukup tinggi.

Lupakan kopi sejenak, karena di Tebet ada surga cokelat lokal bernama Korté. Toko ini menawarkan pengalaman unik di mana pengunjung bisa mencicipi semua 27 varian rasa secara gratis! Sorotan utamanya adalah kreasi khas Indonesia seperti Tempe Praline dan Rujak Mangga, serta rasa seru 'Fireworks' yang meletup di mulut. Dengan kualitas premium yang tak kalah dari brand impor dan pelayanan ramah, Korté membuktikan bahwa cokelat lokal adalah pilihan yang patut diperhitungkan.

Beer Hall adalah destinasi populer di SCBD yang menawarkan suasana seru dengan musik kencang ala live house, cocok untuk melepas penat setelah jam kerja. Meskipun bernama beer hall, kejutan utamanya justru datang dari hidangan lezatnya. Nasi Babi Garing Sambal Matah yang renyah dan pedas menjadi primadona yang wajib dicoba. Dengan interior industrial yang luas, tempat ini menjadi pilihan tepat untuk berkumpul ramai-ramai, meski pilihan birnya terkadang terbatas dan suasananya sangat bising di malam hari.