Loading...






SATOO Shangri-La, buffet legendaris di Jakarta, kini menawarkan pengalaman yang campur aduk. Meski beberapa area seperti makanan Jepang dinilai menurun kualitasnya dan suasana bisa sangat ramai, SATOO tetap punya daya tarik istimewa. Bagian masakan India menjadi penyelamat dengan cita rasa otentik yang juara. Selain itu, pengalaman unik mencoba jamu tradisional langsung dari gerobak keliling menjadi sorotan utama yang tidak boleh dilewatkan, memberikan sentuhan khas Indonesia yang menyegarkan di tengah hidangan internasional.

Monolog di Plaza Senayan tetap menjadi tempat nongkrong legendaris dengan kopi berkualitas juara yang wajib dicoba, terutama Flat White dan aneka pastry-nya. Namun, artikel ini mengulas bahwa pengalaman menikmati hidangan beratnya justru kurang memuaskan dan tidak sepadan dengan harganya. Suasananya yang bisa menjadi sangat ramai dan beberapa kekurangan lain membuat pengunjung perlu strategi khusus. Kunci untuk menikmati Monolog adalah dengan fokus pada kopi dan camilannya, serta memilih waktu kunjungan yang tepat.

Chicory di Menteng menjadi perbincangan hangat berkat croissant-nya yang disebut-sebut terbaik di Jakarta. Kelezatan croissant-nya yang renyah di luar namun lembut di dalam memang tak terbantahkan, begitu pula dengan omelette-nya yang istimewa. Namun, bersiaplah untuk suasana yang ramai dan sempit, serta harga yang terbilang premium. Tempat ini lebih cocok untuk menikmati hidangan secara singkat daripada bersantai, mengingat fasilitas seperti Wi-Fi dan colokan tidak tersedia, menjadikannya tempat untuk fokus pada kelezatan menunya.

Bosan dengan hiruk pikuk kuliner Jepang di Senopati? Sushi Matsu, yang tersembunyi di sebuah hotel di Menteng, menawarkan suasana tenang dan otentik yang cocok untuk mengobrol santai. Restoran ini menonjolkan kualitas bahan baku premium pada menu andalannya. Pengunjung wajib mencoba Salmon Sashimi dengan potongan tebal yang memuaskan, Unagi Sushi yang lumer di mulut, serta Truffle Gyudon yang kaya rasa. Tempat ini menjadi pilihan tepat untuk pengalaman bersantap yang lebih intim dan berkelas.

Cloud Lounge menyuguhkan pemandangan 360 derajat Jakarta dari lantai 49 yang spektakuler, ideal untuk berfoto saat matahari terbenam. Namun, lupakan obrolan romantis; tempat ini lebih mirip kelab malam outdoor dengan musik yang sangat kencang. Meskipun Tiramisu dan Wagyu-nya patut dicoba, kualitas menu lainnya tidak menentu dan harganya mahal. Pengunjung juga perlu waspada terhadap kebijakan minimum charge yang tinggi dan pelayanan yang kurang memuaskan, menjadikan pengalaman di sini sangat untung-untungan.